Search

Warga Resah, Pengurus MWC NU  Jangkar Situbondo Datangi Gedung Dewan

Pengurus MWC NU menyerahkan surat pengaduan terkait keresahan warga Jangkar terhadap sikap Satgas Covid 19. (foto:fat)
Pengurus MWC NU menyerahkan surat pengaduan terkait keresahan warga Jangkar terhadap sikap Satgas Covid 19. (foto:fat)

 

Situbondo,reportasenews.com – Pengurus MWC NU Kecamatan Jangkar mendatangi Kantor DPRD Situbondo, karena warga disejumlah desa di Kecamatan Jangkar, Situbondo mengaku resah, menyusul maraknya warga yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Selain  meminta kepada para  anggota dewan untuk menfasilitasi pertemuan antara MWC NU Jangkar, Direktur RSU   Asembagus, RSU dr Abdoerahem Situbondo, Kepala RS Elizabeth, Satgas Covid 19 dan dinas kesehatan. Mereka ingin menanyakan dasar yang digunakan Satgas Covid 19 dalam memakamkan dua pasien PDP di Jangkar. Apakah mekanisme pemakaman sudah sesuai dengan aturan  atau tidak.

Ketua MWC NU Kecamatan Jangkar, Zainuri mengatakan, hingga kemarin keluarga dua pasien PDP berinisial FM dan MN masih belum bisa menerima sikap Satgas Covid 19. Sebab mereka memakamkan FM dan MN secara tidak lumrah. Namun menggunakan protokol kesehatan Covid 19.

“Bahkan pasien PDP meninggal berinisial MN informasinya tidak disalati dan tidak dibacakan talkin. Itu saya dengar dari pihak keluarga. Karena itu keluarga MN hingga sekarang belum terima,”kata .

Tak hanya itu, kurangnya sosialisasi terkait penaggulangan korona kepada masyarakat juga memberikan dampak negatif terhadap keluarga FM dan MN. “Nama baik FM dan MN menjadi tercemar. Sebab banyak masyarakat yang menyangka bahwa FM dasn MN positif korona. Padahal mereka hanya berstatus PDP,” terangnya.

Selain itu, Satgas Kecamatan Jangkar juga terkesan arogan dalam mengupayakan pemutusan mata rantai Covid 19. “Buktinya mereka moro-moro datang tanpa pemberitahuan. Kemudian memaksa orang untuk rapid test. Bahkan ketika memberikan pemahaman, kalimatnya juga arogan. Sehingga masyarakat apatis. Bukan malah simpati,” ucapnya.

Karena itulah, Zainuri berharap pertemuan antara MWC NU, pihak rumah sakit, dinas kesehatan dan Satgas Covid 19 bisa disegerakan. “Agar segala sesuatunya bisa segera jelas. Kalau memang aturannya ada, mari tunjukkan. Kalau tidak ada, berarti ada pelanggaran dalam menangani pasien PDP Jangkar,” terangnya.

Sementara itu, Janur Sastra Ananda, salah seorang anggota DPRD Situbondo mengatakan,  pihaknya bersama dengan anggota dewan lainnya akan berupaya mempercepat terselenggaranya pertemuan antara MWC NU Jangkar,  Satgas Covid 19, dinas kesehatan dan sejumlah direktur rumah sakit. Agar segera ada penyelesaian terhadap polemik yang terjadi di Kecamatan Jangkar.

“Kemungkinan Selasa mendatang, kami akan mengundang semua pihak untuk hadir ke gedung dewan. Dengan harapan pertemuan sebagaimana yang diinginkan MWC NU Jangkar segera terealisasi,”katanya




Loading Facebook Comments ...