Search

Waspada Banjir, Hujan Intensitas Tinggi Terjadi di Kalimantan Barat Hingga 24 November 2020

Cuaca mendung di kota Pontianak (foto:das)

Pontianak, reportasenews.com – Seekor Ular sanca  bersembunyi di kandang ayam milik warga, berhasil dievakuasi oleh Damkar Ketapang, Kalimantan Barat, saat banjir mengenangi kawasan pemukiman di Ketapang, Kalimantan Barat akibat curah hujan yang tinggi.

Curah hujan yang tinggi dalam tiga hari terakhir ini, menyebabkan sejumlah kabupaten/kota di Kalimantan Barat, banjir. Kondisi ini perlu diwaspadai karena saat banjir, hewan berbisa seperti ular mudah bersembunyi ke kandang hewan peliharaan atau bahkan masuk ke dalam rumah.

Hujan lebat juga sempat memutuskan jalur transportasi darat antara Singkawang – Bengkayang dan Pontianak – Bengkayang akibat jalan tergenang air akibat curah hujan yang tinggi.  Sementara di kota Pontianak, hujan sangat lebat terjadi di Kota Pontianak sejak  Kamis (19/11/2020) dan Jumat (20/11/2020) sore ini.

Hujan sangat lebat adalah nilai curah hujan di atas 100 mm dalam 1 hari. 
Berdasarkan pengukuran curah hujan di Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak hari ini mulai pukul 07.00 wib sampai dengan pukul 19.00 wib, nilai akumulasi curah hujan mencapai 163mm. 

Nilai curah hujan ini lebih tinggi dari nilai curah hujan dalam 1 hari tertinggi di Kota Pontianak sejak pengamatan di Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak tahun 2008. 

Kondisi cuaca Kota Pontianak malam hari ini yang masih berlangsung hujan dengan intensitas ringan hingga sedang bisa menambah semakin tingginya nilai curah hujan dalam 1 hari yang akan diakumulasikan besok pukul 07.00 WIB.

Selain Kota Pontianak, hari ini hujan lebat juga terjadi di wilayah lainnya di Kalimantan Barat. 

Faktor penyebab terjadinya cuaca ekstrem di Kalimantan Barat antara lain adanya penumpukan massa udara yang ditunjukkan dengan pola konvergensi di Kalimantan Barat dan juga karena saat ini sedang aktif gangguan gelombang atmosfir di wilayah tropis berupa Madden Julian Oscillation (MJO).

Pantauan pasang air laut yang teramati dari Stasiun Meteorologi Maritim Kota Pontianak untuk hari ini menunjukkan nilai yang tertinggi sejak beberapa hari yang lalu. Pasang maksimum tercatat pukul 11.00 WIB.
Pasang air laut cukup tinggi terjadi sejak pukul 06.00 WIB hingga 15.00 WIB. Setelah pukul 15.00 WIB terlihat ketinggian air di Sungai Kapuas mulai turun. 

Diprakirakan besok pasang air laut masih akan tinggi mulai pukul 06.00 hingga 14.00 WIB selama 3 hari ke depan.
Diprakirakan cuaca ekstrem berupa hujan intensitas lebat yang bisa disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat masih akan terjadi di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat hingga tanggal 24 November 2020.

BMKG Pontianak mengimbau masyarakat dihimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan oleh hujan yang disertai petir dan angin kencang seperti pohon tumbang, jalan licin dan sebagainya. (das)




Loading Facebook Comments ...