Search

Waspada Kluster Keluarga Penularan Covid 19 di Kalbar, Gubernur Kampanyekan Gerakan Wajib Pakai Masker

Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional terbesar di kota Pontianak, (foto:das)

Pontianak, reportasenews.com – Gerakan wajib masker kepada asyarakat meneka penularan covid 19 di Kalimantan Barat dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional terbesar di kota Pontianak, Kamis (10/9/2020) pukul 07.00 WIB.


Selama melakukan sidak ini, Gubernur berjalan kaki masuk ke pasar menyisir setiap pedagang dan pembeli di pasar Flamboyan dan Pasar Kemuning.

Gubernur langsung memberikan teguran lisan termasuk memberikan masker gratis kepada pedagang atau pembeli yang belum memakai masker.
Namun ada 13 warga yang tidak pakai masker, langsung diminta tes swab yang telah disiapkan oleh dinas kesehatan setempat dengan posko swab yang berada di halaman Kompleks Pasar Flamboyan.

Sidak dilaksanakan bersamaan Gerakan Wajib Masker yang digelar serentak di beberapa kota/ kabupaten di Kalimantan Barat hari ini.
Sidak bertujuan kembali menyadarkan masyarakat yang abai dengan penularan Covid 19 serta enggan menerapkan protokol kesehatan Covid 19 dalam kehidupan sehari-hari terutama saat beraktivitas diluar rumah untuk selalu menggunakan masker.

Gubernur Kalimantan Barat H. Sutarmidji bersama Pangdam XII/ Tanjungpura Mayjen TNI. Muhammad Nur Rahmad dan Wakapolda Kalbar Brigjen Pol. Asep Safrudin, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono serta forkorpimda juga ikut mensosialisasikan peraturan Gubernur Nomor 11 tentang penerapan kedisplinan dan penegakan hukum protokol kesehatan Covid 19.

“Virus Covid-19 ini belum ada obatnya dan tidak lain obatnya selain harus menggunakan masker, jaga jarak dan cuci tangan. Jika menggunakan masker dan menerapkan protokol kesehatan lainnya, peluang terjangkit Covid-19 sangat minim hanya dua persen, maka dari itu kita sama-sama menjaga menerapkan protokol kesehatan demi keamanan kesehatan kita bersama,” ungkap Gubernur Kalbar H. Sutarmdiji.

Sutarmidji menyebut kesadaran masyarakat mulai tumbuh, namun masih ditemukan beberapa orang tidak pakai masker. 
Ia berharap kesadaran memakai  masker harus di patuhi dan jangan sampai lengah, baik ada ataupun tidak adanya sidak dari penegak hukum maupun pemerintah.

“Walaupun tadi saya liat 95 persen pakain masker bahkan lebih dari itu, tapi tingkat kepatuhan ini mungkin karena saya dan forkorpimda datang lalu pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak, kalau tidak ada kami datang lalu protokol kesehatan jadi kendor. Nanti suatu waktu saya akan datang secara dadakan, saya minta posko swab tetap ada di pasar, nanti saya dadakan datang ke pasar dan saya akan evaluasi semuanya bila perlu saya standby setiap hari di pasar, biar semuanya patuh,” selorohnya.

Sutarmidji menambahkan akan menempatkan Sat Pol PP di setiap area publik seperti Mall, Pasar dan tempat keramaian untuk menekan penyebaran Covid-19 di kalbar.

“Saya akan minta sat pol pp ditempatkan di pasar dan keramaian masing-masing lima orang dan penegak hukum. Kita mau tekan penyebaran covid-19 ini di kalbar,” ujarnya

Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menegaskan terhadap warga yang tidak mengenakan masker akan mendapat sanksi, mulai dari sanksi sosial hingga denda Rp200 ribu. 
“Hari ini kita mengkampanyekan Pontianak Wajib Pakai Masker dalam rangka Gerakan Pakai Masker yang serentak digelar secara nasional,” ujarnya.

Untuk kampanye Pontianak Wajib Pakai Masker dilakukan pada empat titik, yakni di Pasar Flamboyan, Kemuning, Dahlia dan Puring. Selain sanksi, mereka yang ditemukan tidak mengenakan masker juga langsung diswab.

Menurutnya, secara umum masyarakat sudah mengetahui dan memahami tentang kewajiban mengenakan masker di tengah pandemi Covid-19. Namun disayangkan masih ada segelintir masyarakat yang tidak mengenakan masker dengan berbagai alasan. Ada yang mengaku lupa, merasa tidak nyaman dan sebagainya. 

“Nah, bagi mereka yang mengabaikan kewajiban memakai masker ini siap-siap mendapat sanksi,” tegasnya.

“Kuncinya ada di masker, dengan kita tidak gampang asal sentuh barang, selalu cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, dan langsung mandi ketika pulang ke rumah,” ungkapnya. 

Kampanye penggunaan masker yang serentak digelar di seluruh Indonesia ini bertujuan selain mengedukasi masyarakat juga untuk mensosialisasikan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020, Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 110 tahun 2020 dan Peraturan Wali Kota (Perwa) Nomor 58 Tahun 2020 tentang disiplin masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. 

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson Azroi mengatakan dari empat lokasi pasar tradisional yang dilakukan razia bersamaan dengan pencanangan gerakan wajib pakai masker yang digelar serentak hari ini, ada 136 orang yang di ambil sampel swab nya. Dimana nanti sampel ini akan dikirim ke laboratorium RS Universitas Tanjungpura dan baru diketahui hasilnya positif atau negatif Covid 19.

“Dari 136 orang ini ada yang kedapatan tidak pakai masker, namun ada yang atas kesadaran sendiri ingin diambil swabnya,” terangnya.
Selain kawasan pasar, Dinas Kesehatanesehatan provinsi Kalimantan Barat juga melakukan pengetatan kedatangan penumpang di Bandara Internasional Supadio Pontianak. Ada 46 penumpang yang diperiksa swabnya secara acak dimulai dari tanggal 3 September – 4 September 2020, untuk penumpang Lion Air, Citilink, dan Garuda Indonesia, seluruh hasil pemeriksaan swabnya negatif.

“Pertanggal 10 September 2020, kasus terkonfirmasi Covid 19 yang baru ada lima orang, di Kabupaten Kubu Raya 3 orang dan  kota Singkawang 2 orang. Kasus yang di Kabupaten Kubu Raya ini adalah  2 orang ini kasus kluster keluarga, karena suami istri.

Suaminya dirawat di Rumah Sakit Soedarso dan istrinya dirawat Rumah Sakit Kartika Husada. Dan yang Singkawang, ada satu kasus Covid 19 adalah sekretaris dinas Kesehatan kota Singkawang, dari hasil Tracing,” jelasnya.
Seluruh sampel swabnya yang diperiksa 511 orang.

Secara total kasus konfirmasi Covid-19 di Kalbar mencapai 728 orang, sembuh 621 orang, dan yang meninggal dunia 6 orang. Dan kasus Covid 19 aktif mencapai 101 orang. 

“Kita akan melacak terus pasien Covid 19 ini tertularm kluster di rumah tangga sekarang udah banyak di Kalimantan Barat, karena itu tetaplah disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid 19, tutupnya. (das)




Loading Facebook Comments ...