Search

WN Australia Lapor Kejagung Soal Penipuan Investasi Villa di Bali

Screenshot_2018-09-20-15-12-01-01

Jakarta, Reportasenews – Seorang warga negara Australia mengadu ke Kejagung perihal penipuan dana investasi senilai Rp 25 miliar untuk mengembangkan Villa Kirana di Ubud, Bali. Pelapor mendesak Kejagung untuk segera mengeluarkan P21 untuk Kasus penipuan yang dilakukan Jeremy Thomas terhadap Warga Negara Asing Patrick Alexander Morris.

Morris bersama sama dengan Kuasa Hukumnya Ida Bagus Putu Astina bertemu dengan Jaksa Agung Muda Pidana Umum Kejaksaan Agung Noor Rochmad, Kamis (20/09).

“kasus ini sudah dari tahun 2014 masih berkutat di P19, Patrick selaku warga negara asing meminta perlakuan hukum yang sama,” ungkap Kuasa Hukum Ida Bagus Putu Astina.

Kasus ini sebelumnya ditangani di Gianyar Bali, namun pernah di SP3 (surat penghentian penyidikan perkara) lalu Patrick melakukan praperadilan dan disetujui.

“kini ditangani di Polda Metrojaya karena tersangka Jeremy Thomas bertempat tinggal di Jakarta,” ujar Ida Bagus.

Menurut informasi Kejaksaan enggan untuk menyatakan P21 terhadap kasus yang melibatkan artis terkenal tersebut, “sebenarnya berkas menurut penyidik sudah lengkap, karena sudah empat tahun,” katanya.

Kuasa Hukum juga menyampaikan hasil dari pertemuan dengan Noor Rochmad bahwa kasus penipuan ini akan segera dilakukan gelar perkara.

Kasus ini berawal ketika Patrick menunjuk Jeremy Thomas untuk mengembangkan bisnisnya yang berupa Villa Kirana dengan membuat spa dan restoran, diketahui Jeremi menerima tambahan dana senilai Rp 25 miliar namun yang diserahkan ke Patrick hanya sebesar Rp 1,5 miliar.

Dari kedua belah pihak pernah malakukan mediasi dan belum ada titik temu, yang akhirnya Patrick menggunakan jalur hukum untuk menyelesaikannya.

“saya berharap akan mendapatkan kepastian hukum,” ujar Patrick ke awak media. (Tam)




Loading Facebook Comments ...