Search

Yonif Para Rider 501 Bajra Yudha Menjuarai Lomba Tontangkas Kodam V Brawijaya

Yonif Para Raider 501/BY berhasil menyabet Juara 1 dan berhak membawa pulang piala bergilir yang merupakan kebanggaan prajurit di wilayah kodam V brawijaya. (foto:hap)
Yonif Para Raider 501/BY berhasil menyabet Juara 1 dan berhak membawa pulang piala bergilir yang merupakan kebanggaan prajurit di wilayah kodam V brawijaya. (foto:hap)
Madiun,reportasenews.com – Satuan Kostrad Para Raider 501Bajra Yudha berhasil menjuarai event lomba gerak jalan Pleton beranting Yudha wastu pramukha jaya yang diselenggarakan mulai tanggal 16 – 19 Desember 2018, menempuh jarak 200km dengan rute Nganjuk – Malang dan dibagi dalam 10 etape perjalanan, Yonif Para Raider 501/BY berhasil menyabet Juara 1 dan berhak membawa pulang piala bergilir yang merupakan kebanggaan prajurit di wilayah kodam V brawijaya, event perlombaan ini merupakan event tahunan yang sangat bergengsi di kalangan prajurit baik jajaran kodam V brawijaya dan Divisi Infanteri 2 Kostrad.
Gerak Jalan Peleton Beranting Yudha Wastu Pramukha Jaya, adalah suatu tradisi yang dilaksanakan setiap tahun menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Infanteri sebagai upaya untuk menggambarkan dan menghadirkan kembali perjalanan gerilya Panglima Besar Tentara Nasional Indonesia Jenderal Soedirman, yang juga merupakan Bapak TNI. Peringatan Hari Infanteri diselenggarakan setiap tanggal 19 Desember. Kegiatan ini adalah bagaimana nilai-nilai kejuangan dan pengorbanan para pahlawan bangsa itu diresapi, dihayati dan diamalkan pada setiap diri prajurit, baik dalam pola pikir, pola tindak maupun prilaku, sehingga warisan nilai yang ada akan dapat terjaga sampai kapanpun.
Kegiatan yang berawal sejarahnya Pada tanggal 19 Desember 1948, Mengetahui Belanda melancarkan Agresi Militer II, maka Panglima Besar Jenderal Soedirman pada pukul 08,00 WIB segera mengeluarkan perintah kilat No 1/PB/D/48 tanggal 19 Desember 1948 (oleh Soepardjo Rustam teks Perintah Kilat tersebut diberikan kepada Utoyo Kolopaking agar disiarkan secara luas melalui RRI Yogya) yang ditunjukan kepada Angkatan Perang RI untuk melawan musuh dengan melaksanakan Gerilya.
Hingga akhirnya Dengan Keputusan Panglima Besar Jenderal Soedirman mengeluarkan Perintah Kilat No. 1/PB/D/48 tanggal 19 Desember 1978 maka satuan-satuan Angkatan Perang yang di dukung masyarakat melaksanakan Perang Gerilya di seluruh daerah, karena Persenjataan dan Perlengkapan yang sangat terbatas dan seadanya tidak ada jalan lain kecuali menggunakan cara-cara Infanteri dalam menghadapi Tentara Belanda sehingga setiap Pertempuran dapat dimenangkan.
Dari peristiwa bersejarah dikeluarkannya Perintah Kilat No 1/PB/D/48 tanggal 19 Desember yang secara nyata telah memberikan bukti kepada dunia akan keberadaan Tentara Nasional Indonesia masih tetap Eksis serta memaksa Belanda untuk mengakui kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka tanggal 19 Desember ditetapkan sebagai Hari Infanteri dan di peringati setiap tahun.
Dalam acara puncak peringatan Hari Infanteri Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad , Mayjen TNI Marga Taufiq menyerahkan piala bergilir Pleton Yudha Wastu Pramuka Jaya kepada Danyonif Para Raider 501/BY Letkol inf Eko Antoni Chandra L. Piala bergilir Pleton Yudha wastu Pramuka Jaya kemudian dibawa menuju Markas Yonif Para Raider 501/BY di madiun sebagai tanda bahwa Yonif Para Raider 501/BY menjadi yang terbaik dalam event tersebut di Tahun 2018. (hap)



Loading Facebook Comments ...