Pontianak, reportasenews.com – Kerja keras aparat bersama tokoh masyarakat, akhirnya berhasil memulangkan kembali 226 orang warga Desa Karangan dari Yon Zipur 6/SD pada sore hari ini Minggu, 1 Juli 2018, pukul 15.30 WIB.
Dengan rincian laki-laki dewasa 93 orang, perempuan dewasa 66 orang, anak-anak laki-laki 30 orang dan anak-anak Perempuan 37 orang.
“Kepulangan warga Desa Karangan setelah mendapatkan kejelasan keamanan dari Pemerintah Daerah dan Tokoh Masyarakat Desa Karangan,” kata Kapolres Landak, AKBP Bowo Imantio.
Penjemputan pemulangan warga Desa Karangan, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak ini dihadiri Camat Mempawah Hulu Paolif, Kepala Desa Karangan Sahlan, Wadanyon Zipur 6/Sd Kapten Czi Martin N, Kasat Intel Polres Mempawah, Kapolsek Mempawah Hulu Ipda Zulianto, Danramil Karangan Kabupaten Bambang, Danramil Sungai Pinyuh Kapten Czi Irman Herdiman, BPBD Prov Kalbar Tugianto, BPBD Kabupaten Didik, Babinsa Desa Karangan dan tokoh masyarakat Mempawah Hulu.
“Mereka pulang dengan menggunakan kendaraan roda empat,” kata Kapolres Landak, AKBP Bowo Imantio.
Sementara Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Polisi Didi Haryono dalam siaran pers yang diterima reportasenews.com mengatakan tidak ada yang perlu dicemas dan dikuatirkan saat ini terhadap situasi keamanan, ketertiban masyarakat keseluruhan di Kalimantan Barat.
“Sebab, adanya kecemasan itulah membuat masyarakat panik,” tegasnya Didi.
Saat ini menurut Didi, sebanyak 226 warga Desa Karangan sudah kembali ke rumahnya masing-masing.
“Sebaran informasi bohong atau hoaks di media sosial (medsos) begitu cepat. Untuk itulah, masyarakat secara arif dan bijak menerima informasi di medsos,” imbaunya.
Bertepatan dengan moment HUT Bhayangkara ke-72, Kapolda menjamin keamanan warga yang berjumlah 226 orang ini aman dan damai di rumahnya dan dapat menjalankan aktivitas seperti biasa.
Setelah mendapatkan kejelasan dan jaminan keamanan dari Kepolisian, TNI, Pemerintah Daerah dan Tokoh Masyarakat Desa Karangan. Dan 226 orang warga asal Desa Karangan ini meninggal Barak Yon Zipur 6/SD kembali kerumah masing-masing, Minggu (1/7). Kapolda juga ikut memantau langsung perkembangan situasi.
“Kapolres Landak tadi malam berpatroli bersama Dandim, Kapolsek dan Danramil menyambangi para tokoh, hasil pengecekan sepanjang jalur Kec. Ngabang, Kecamatan Sengah Temila, Kecamatan Mandor, Kecamatan Menjalin, Kecamatan Mempawah Hulu tadi malam sampai pagi keadaan terpantau aman dan kondusif,” tuturnya.
Penyebab warga Desa Karangan Mempawah Hulu mengamankan diri karena rasa takut atas kejadian demonstrasi pada Jumat (29/6) pukul 12.00 WIB di Desa Antus, Mempawah Hulu.
Menyikapai hal tersebut, Kapolres bersama Dandim 1201 Mempawah melakukan koordinasi dengan Camat Mempawah Hulu, Kapolsek, Danramil dan Ketua DAD Mempawah Hulu serta Kades Karangan sekaligus menemui warganya yang berada di Yon Zipur.
Tidak mudah saat itu aparat memberikan keyakinan, karena mereka sudah terhasut isu, melalui pembicaraan yang alot bersama warga masyarakat yang mengungsi.
Petugas terus meyakinkan mereka dengan apa yang telah dilakukan oleh aparat bersama pemda dan para tokoh masyarakat.
“Akhirnya mereka sendiri mengetahui langsung perkembangan situasi dari aparat desa dari kades, babhinkamtibmas, babinsa, dari sanak saudara dan kerabatnya yang tidak ikut mengungsi atau mengamankan diri, mereka berkomunikasi langsung melalui telepon,” jelas Kapolres Landak, AKBP Bowo Imantio.
“Perlu nya meyakinkan tentang keadaan yang sebenarnya bahwa Desa Karangan, kecamatan Mempawah hulu dalam keadaan aman.
Camat, Kades Karangan , Ketua DAD, Tokoh Masyarakat agar bisa melakukan koordinasi yang mampu meyakinkan serta secara sosial dalam pergaulan sehari hari menjamin toleransi yang baik dan keamanan bagi para mereka ketika kembali ke Desa Karangan, Kecamatan Mempawah Hulu.
Petugas Kepolisian berserta TNI akan membantu dalam proses kembali nya dari Yon Zipur ke tempat tinggal nya semula.(das)
