Jayapura, reportasenews.com – Semenjak dikuasainya enam kampung di Distrik Tembagapura , Kabupaten Mimika, Papua, aparat kepolisian dibantu oleh alat berat PT Freport terus melakukan perbaikan jalan yang menghubungkan kampung banti dan kampung opitawak pasca dirusak oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Perbaikan jalan dan jembatan ini menggunakan alat berat Excavator milik PT.Freeport Indonesia dengan pengawalan ketat oleh anggota Brimob Polda Papua.
Kapolsek Tembagapura AKP Hermanto mengungkapkan, pengerjaan akses jalan dan jembatan yang menghubungkan kedua kampung tersebut dimaksud agar masyarakat tidak terisolir lagi akibat longsoran yang terjadi selama ini, sehingga mempermudah arus mobilitas Masyarakat.
“Polri tanggap melihat situasi seperti ini sehingga masyarakat merasa terlayani dengan pelayanan kami. Kami juga telah bekerja sama dengan PT. Freeport dan juga TNI untuk melihat hal-hal yang menjadi hambatan bagi masyarakat,” kata Hermanto kepada Reportasenews.
Sebelumnya, akses jalan ke kampung banti yang dikuasai KKB semakin rusak akibat hujan deras pada malam hari, sehingga air yang meluap ke badan jalan membuat tumpukan batu dan pasir menutupi badan jalan.
Hermanto mengatakan, bahwa jalan yang menghubungkan ibu kota distrik Tembagapura dan kedua kampung yang sebelumnya dikuasai oleh KKB itu sudah dapat dibuka dan diakses kembali.
“Perbaikan jalan ini telah dikerjakan dari hari Kamis tanggal 12 April lalu, dan sampai sekarang kami terus membuka akses yang menutup ruas jalan menuju beberapa kampung di sekitar Banti, Opitawak dan kampung lainnya di Tembagapura,” jelasnya. (riy)
