Menu

Mode Gelap

Hukum · 20 Jan 2023 18:13 WIB ·

6 Bocah Kembali Dicabuli Oknum Guru Ngaji


					6 Bocah Kembali Dicabuli Oknum Guru Ngaji Perbesar

Kapolres Kubu Raya, AKBP Arief Hidayat saat membeberkan pengungkapan kasus dugaan pencabulan oleh AZ terhadap murid-muridnya di sebuah lembaga pendidikan di Kubu Raya, di Aula Mapolres Kubu Raya. (foto Humas Polres Kubu Raya).

 

Kubu Raya, Kalimantan Barat, reportasenews.com – Polres Kubu Raya kembali berhasil mengungkap kasus pencabulan 6 bocah laki – laki di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat yang dilaporkan oleh orangtua masing-masing korban.
Dalam jumpa pers, Jumat (20/1/2023) siang tadi, polisi mengungkap pelaku pencabulan tersebut diduga dilakukan oleh seorang guru pembinanya sendiri di sebuah lembaga Pendidikan berlatarbelakang agama.
Bahkan, diantara 6 bocah tersebut ada 2 anak yang disodomi oleh pelaku berinisial AZ (18).
“Jumlah korban 6 orang anak laki – laki, dimana dua diantaranya saat ini sedang dalam proses penanganan langsung Satreskrim Unit PPA Polres Kubu Raya, dan dalam kasus ini tersangkanya berinisial AZ,” kata AKBP Arief Hidayat, Kapolres Kubu Raya kepada wartawan di Aula Mapolres Kubu Raya.

Arief mengungkapkan rangkaian perbuatan cabul oleh pelaku dilakukan sejak beberapa waktu lalu mulai bulan November 2022.

“Modusnya, pelaku melakukan bujuk rayu kepada korban, dalam melakukan perbuatan pelecehan seksual terhadap korban,” terangnya.

Pelaku terancam Pidana Undang undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang – Undang Jo Pasal 76 E Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 Tentang perubahan atas Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal hingga 15 tahun.

Kasat Reskrim Polres Kubu Raya, Iptu Indrawan Wira Saputra menambahkan, kasus ini terungkap saat orang tua hendak mengantarkan dua anak laki – lakinya kembali ke lembaga pendidikan tersebut setelah libur berapa hari.
Namun, saat hendak diantarkan keduanya menolak dan enggan kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar di lembaga tersebut.

“Semula sang anak mengaku kerap mendapatkan perlakuan kasar dan penganiayaan dari salah satu pengajar di lembaga tersebut,” bebernya.
Namun, setelah ditanyai lebih jauh, sang anak mengaku telah mendapatkan pelecehan seksual oleh oknum pengajar di lembaga tersebut, bahkan satu diantara anak korban mengaku telah disodomi oleh pelaku.

Atas hal itu, orang tua korban langsung membuat laporan ke Polres Kubu Raya.

“Dari laporan tersebut, kami melakukan serangkaian penyelidikan dan langsung mengamankan tersangka, dari hasil penyelidikan diketahui jumlah korban saat ini ada 6 anak, dan setelah kami dalami semuanya mengalami pelecehan seksual, “ungkapnya.

Selanjutnya Indrawan mengatakan, selain fokus melakukan penegakan hukum, Kepolisian juga telah berkoordinasi dengan psikolog serta KPAI dalam rangka membantu pemulihan mental dan psikologis secara khusus kepada para korban.

“Untuk kesehatan para korban, dari hasil pemeriksaan dalam kondisi baik, untuk kasus ini, kami juga sudah meminta pendampingan kepada psikolog dan KPAI agar melakukan pendampingan terhadap para korban,”tutupnya.(*)

Komentar
Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kunjungi Pusat Deradikalisasi di Riyadh, BNPT RI Pelajari Cara Arab Saudi Sadarkan Teroris

27 Januari 2023 - 10:58 WIB

Gagal Dapat Udang Saat Memancing, Nyawa Melayang

26 Januari 2023 - 23:11 WIB

BNPT Gandeng PT Pegadaian Kolaborasi Tanggulangi Terorisme

25 Januari 2023 - 22:02 WIB

Jadi Bengkelpun, Anggota Lantas Ini Siap Demi Tugasnya sebagai Pelayan Masyarakat

25 Januari 2023 - 17:49 WIB

Malam Tahun Baru Imlek 2574 Kongzii dan Cap Go Meh Tahun 2023, Polres Kubu Raya Kerahkan 139 Personel

21 Januari 2023 - 14:38 WIB

Rawan Karhutla, Kalbar Mesti Waspada

21 Januari 2023 - 14:24 WIB

Trending di Daerah