Menu

Mode Gelap

Hukum · 1 Apr 2017 17:08 WIB ·

7 Kapal Illegal Fishing Ditenggelamkan di Belawan


					Suasana penenggelaman kapal yang melakukan illegal fishing di Belawan. (foto: res) Perbesar

Suasana penenggelaman kapal yang melakukan illegal fishing di Belawan. (foto: res)

Medan,reportasenews.com – Sebanyak enam unit kapal asing dan satu unit kapal lokal yang tertangkap melakukan illegal fishing ditenggelamkan Polda Sumut. Kapal-kapal itu diledakkan di perairan dekat Dermaga Pelabuhan Penumpang Lama, Belawan, Medan, Sabtu (1/4).

‎”Hari ini kita melaksanakan kegiatan bersama dalam peneggelaman tujuh kapal barang bukti tindak pidana illegal fishing,” kata Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel seusai penenggelaman kapal.

Penenggelaman kapal ini dilakukan serentak di sejumlah lokasi di Indonesia. Sebelum penenggelaman, dilakukan live streaming pengarahan dari Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti dari Ambon.

Di Belawan, penggelaman kapal disaksikan para pejabat utama di Polda Sumut, Kodam I/Bukit Barisan, Lantamal I Belawan, TNI AU, Pejabat Pemerintah Provensi Sumatera Utara, serta Pemerintah Kota Medan.

Rycko mengatakan penenggelaman kapal ini dilakukan untuk memusnahkan barang bukti dari tindak pidana perikanan. Kapal yang ditenggelamkan sudah melalui proses hukum di pengadilan dan sudah berkekuatan hukum tetap.

Terkait illegal fishing ini, Rycko memerintahkan seluruh jajarannya untuk menindak tegas para pelaku. Dia berharap hal itu dapat memberi efek jera. “Sehingga mereka tidak melakukan tindak pidana serupa atau tindak pidana lainnya di wilayah pengelolaan perikanan negara Republik Indonesia,” sebut Rycko.

Kapal yang ditenggelamkan di Belawan, Sabtu (1/4) yaitu:

1. KM. SLFA 2675 berbendera Malaysia dengan tersangka Zaw kebangsaan Myanmar . Kapal ini disergap di Selat Malaka pada 13 Desember 2015

2. KM SLFA 4778 berbendera Malaysia dengan tersangka Chia Keechan kebangsaan Malaysia. Kapal disergap di Selat Malaka pada 17 Februari 2016.

3. KM PKFA 3378 asal Malaysia dengan tersangka Tepparak Insorn kebangsaan Thailand. Kapal tertangkap pada tanggal 12 Juli 2016 dengan lokasi di Selat Malaka.

4. KM Extra Joss-III asal Indonesia dengan tersangka Amiruddin kebangsaan Indonesia. Kapal tertangkap di Selat Malaka pada 25 Juli 2016.

5. KM PKFB 1152 asal Malaysia dengan tersangka Chit Soe kebangsaan Myanmar. Kapal tertangkap di Selat Malaka pada 30 Juli 2016.

6. KM PKFA 8115 asal Malaysia dengan tersangka Moe alias Swan kebangsaan Myanmar. Kapal disergap di Selat Malaka pada 30 Juli 2016.

7. KM KHF 1767 dari Malaysia, dengan tersangka Ko Kyaw Soe alias Kyaw Soe, kebangsaan Myanmar. Kapal disergap di Selat Malaka pada 25 Agustus 2016.(res)

Komentar

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Polda Kalsel Ungkap 14 Kasus Tambang Ilegal Dalam Operasi Peti Intan 2024

17 Juli 2024 - 16:27 WIB

Kapolri Pastikan Hasil Pengusutan Kasus Vina Cirebon akan Disampaikan Secara Transparan

17 Juli 2024 - 16:04 WIB

Satgas Pamtas RI Gagalkan Penyeludupan 35,9 Kilogram Sabu dan 35 Ribu Butir Pil Ekstasi di Sambas-Pontianak

17 Juli 2024 - 15:38 WIB

Usai Dilantik, AKBP Rezi Dharmawan Resmi Jabat Kapolres Situbondo

17 Juli 2024 - 15:06 WIB

Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Pejabat Pemprov Jambi di Tes Urine Secara Mendadak

17 Juli 2024 - 14:52 WIB

Perampok Bersenjata Beraksi, Gasak Sejumlah Uang dan Barang Konter HP di Tanjab Barat

17 Juli 2024 - 14:08 WIB

Trending di Daerah