Afgahanistan, reportasenews.com – Sebuah ledakan besar mengguncang daerah perkantoran diplomatik yang dianggap titik sangat aman di Kabul, menewaskan sedikitnya 80 orang, melukai sekitar 350, dan mengirimkan asap tebal ke ibukota Afghanistan.
Dikabarkan kedubes Indonesia dititik itu juga merasakan hempasan dahsyat suara ledakan ditelinga. Namun dikatakan tidak ada korban dari warga negara Indonesia yang ada didalam kedutaan. Kedubes RI menampung sekitar 14 orang staf dan semua dilaporkan selamat.
Sasaran serangan tersebut yang menurut para pejabat merupakan pemboman mobil bunuh diri, menurut Ismail Kawasi, juru bicara kementerian kesehatan, mengatakan bahwa sebagian besar korban adalah warga sipil.
Sebuah pernyataan dari NATO mengatakan bahwa bom tersebut adalah alat peledak improvisasi yang terpasangan pada kendaraan, yang diledakkan di dekat alun-alun Zanbaq Kabul pada pukul 8.22.
“Kewaspadaan dan keberanian pasukan keamanan Afghanistan mencegah VBIED untuk masuk ke Zona Hijau, namun ledakan tersebut menyebabkan korban sipil,” kata pernyataan tersebut.
Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan tersebut. Baik Taliban maupun kelompok ISIS telah melakukan serangan besar-besaran di ibukota Afghanistan. Taliban Afghanistan membantah terlibat dalam serangan bunuh diri besar-besaran yang melanda ibu kota, Kabul, pada hari sebelumnya. Zabihullah Mujahid, juru bicara Taliban, mengatakan bahwa ledakan hari Rabu itu “tidak ada hubungannya dengan Mujahidin Imarah Islam,” seperti yang dikatakan Taliban sendiri.
Ledakan itu terjadi pada puncak jam sibuk Kabul saat jalan dipenuhi dengan penumpang komuter. Kawasan ini dianggap sebagai wilayah paling aman di Kabul, dengan perkantoran kedutaan asing yang dilindungi oleh lusinan tembok anti serangan bom setinggi 10 kaki dan kantor pemerintah, dijaga oleh polisi dan pasukan keamanan nasional.
Kedutaan Besar Jerman, Kementerian Luar Negeri dan Istana Kepresidenan ada di daerah tersebut, seperti juga kedutaan Inggris dan Kanada. Kedubes China, Turki dan Iran juga berada di sana.
BBC mengatakan seorang sopir mereka tewas, dan empat dari wartawannya terluka. Direktur BBC World Service Francesca Unsworth mengatakan Mohammed Nazir, yang telah bekerja untuk BBC Afghan Service selama empat tahun, terbunuh saat dia mengantar rekan kerjanya untuk bekerja.
Kementerian Luar Negeri Jepang mengatakan dua pegawai kedutaannya, keduanya warga negara Jepang, sedikit terluka dalam pemboman di Kabul pada hari sebelumnya. Ledakan itu begitu deras sehingga lebih dari 30 kendaraan hancur atau rusak di lokasi serangan. (Hsg)
