Menu

Mode Gelap

Daerah · 14 Jan 2022 11:41 WIB ·

9 orang Muncikari Prostitusi Online di Pontianak Ditetapkan Tersangka


					Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Barat, Kombes Pol Aman Guntoro didampingi Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Dirmanto, dalam pres rilis yang digelar Kamis (13/1/2022) di Polda Kalimantan Barat memperlihatkan barang bukti dari  empat kasus Prostitusi online yang berhasil diungkap.  Sebanyak 9 orang ditetapkan sebagai tersangka kasus prostitusi online. (foto Adi Saputro) Perbesar

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Barat, Kombes Pol Aman Guntoro didampingi Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Dirmanto, dalam pres rilis yang digelar Kamis (13/1/2022) di Polda Kalimantan Barat memperlihatkan barang bukti dari  empat kasus Prostitusi online yang berhasil diungkap.  Sebanyak 9 orang ditetapkan sebagai tersangka kasus prostitusi online. (foto Adi Saputro)

Pontianak, Kalbar, reportasenews.com – Direktorat Reserse Kriminal Umum melalui Subdit IV Renata Polda Kalimantan Barat kembali membongkar praktik prostitusi online di empat hotel di Kota Pontianak, Kalimantan Barat.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Barat, Kombes Pol Aman Guntoro didampingi Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Dirmanto, dalam pres rilis yang digelar Kamis (13/1/2022) di Polda Kalimantan Barat mengatakan, dari empat kasus yang berhasil diungkap, sebanyak 9 orang ditetapkan sebagai tersangka kasus prostitusi online.
“Dari 9 orang tersangka yang merupakan muncikari, ada 18 orang korbannya terdiri dari 7 anak-anak dan 11 orang adalah dewasa,” kata Kombes Pol Aman Guntoro.
Aman mengatakan para pelaku praktik prostitusi online ini jerat dengan Undang-undang Perlindungan Anak dan KHUP dengan ancaman hukumannya paling lama  10 tahun penjara dan denda Rp 200 juta.
Aman mengungkapkan praktik prostitusi online di kota Pontianak cukup marak melalui aplikasi yang ada di media sosial saat ini.  Oleh karena itu, Aman mengimbau kepada orangtua untuk lebih berperan mengawasi pergaulan anak-anaknya dan kepekaan para tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk memberikan himbauan agar praktek prostitusi online ini tidak terulang lagi.
“Korban-korban yang masih dibawah umur ini akan menjadi atensi kita semua. Termasuk korban akan diberikan bimbingan konseling, dan diharapkan peran orang tua dalam pengawasan lebih ditingkatkan,” jelasnya.
Aman menyebut anak-anak yang menjadi korban eksploitasi dari bisnis prostitusi online ini saat ini masih dilakukan pemeriksaan intensif, termasuk dilakukan visum dan pemeriksaan kesehatannya.
Namun sejauh ini, belum ada ditemukan kekerasan fisik terhadap para korban.
“Untuk tarif kencan, ini tergantung negoisasi antara muncikari, korban dan pelanggannya. Mulai dari tiga ratus ribu hingga satu juta rupiah,” tutupnya.
Barang bukti yang disita polisi dari praktek prostitusi online ini antara lain beberapa buah handphone, alat kontrasepsi, serta sejumlah uang tunai dan kendaraan bermotor.(das)
Komentar
Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Bawa Kabur Gadis Dibawah Umur, Pria 36 Tahun Ditangkap

27 Januari 2022 - 21:52 WIB

Selidiki Temuan Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat, Polda Sumut Bentuk Tim Gabungan

27 Januari 2022 - 19:08 WIB

Kajati Banten Geledah Kantor Ditjen Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta, Petugas Sita  Rp 1,1 Miliar

27 Januari 2022 - 18:00 WIB

Masyarakat Adat Dayak Kalbar Laporkan Edy Mulyadi ke Polisi

27 Januari 2022 - 12:40 WIB

Indahnya Sunset di Ekowisata Telok Berdiri Kubu Raya

27 Januari 2022 - 11:48 WIB

ASN Pelempar Bom Molotov Saat Pelantikan Pejabat Pemkab Ketapang Diamankan Polisi

27 Januari 2022 - 11:43 WIB

Trending di Daerah