Menu

Mode Gelap

Feature · 8 Des 2017 14:50 WIB ·

‘Adidas Kampung’ Sepatu Anti Air Yang Laris Saat Banjir di Penang


					Di Penang ada jenis sepatu yang dijual dan diklaim anti air, namanya Perbesar

Di Penang ada jenis sepatu yang dijual dan diklaim anti air, namanya "Adidas kampung". Sepatu ini tahan banting, dan juga sangat murah/ Star Online

Malaysia, reportasenews.com – Saat banjir mengurung sebuah kota, maka tak urung sepatu adalah barang yang paling menderita akibat berhari hari terendam banjir. Basah, lepek, dan bau akibat banjir kotor.

Namun di Penang ada jenis sepatu yang dijual dan diklaim anti air, namanya “Adidas kampung”. Sepatu ini tahan banting, dan juga sangat murah. Demikian menurut Star Online melaporkan.

Sepatu “Adidas kampung” biasanya dipakai oleh orang-orang yang mendaki Bukit Penang hingga untuk melakukan kegiatan trekking di Gunung Kinabalu, sepatu karet hitam buatan Malaysia telah menjadi alas kaki andalan saat serangan angin badai dan banjir baru-baru ini.

Sepatu karet ini dibentuk dari polimer karet, tidak mempunyai jahitan, dan ketika sukarelawan di Penang membantu aksi membersihkan sisa banjir, mereka segera menyadari betapa bergunanya sepatu itu.

Nama “Adidas kampung” sebetulnya karena bentuknya tebal mirip sepatu sepakbola. Karena tebal makanya disebut dengan mudah sebagai “Adidas kampung”, bukan sepatu Adidas riil tentu saja.

Sepatu karet ini harganya hanya antara RM6 dan RM12, dan permintaan untuk mereka melonjak saat musim hujan seperti sekarang ini.

Penjual sepatu Lim Poh Cheoh, 62, mengatakan bahwa dia dapat menjual sekitar 80 pasang bulan lalu.

“Kami sudah menjualnya selama 20 tahun dan biasanya menjual 30 atau 40 pasang sebulan”, imbuhnya.

“Banyak relawan pembersihan banjir lalu membuangnya setelah memakainya,” katanya di tokonya di Noordin Street kemarin.

Sekitar 7.000 relawan bergabung pada aksi 11 dan 12 November untuk membantu korban banjir membersihkan rumah dan jalanan mereka.

Penyalur sepatu Lee Kah Ping mengatakan pesanan telah naik 30% sejak Penang lumpuh akibat banjir setelah badai pada 4 dan 5 November.

“Kami biasanya memesan sekitar 3.000 pasang sebulan dari pabrik di Ipoh namun akhir-akhir ini, kami memesan 1.000 pasang untuk mengatasi lonjakan permintaan,” katanya.

Hiker Belle Lim, 32, membeli dua bulan lalu seharga RM6.

“Ketika saya bergabung dengan rekan kerja saya untuk membantu korban banjir, saya memakainya. Mereka sangat cocok untuk dipakai dilokasi banjir, “katanya. (Hsg)

Komentar
Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Begini Cara Milenial Menyelami Chairil Anwar

17 Juni 2022 - 14:02 WIB

Air Terjun Bedawat, Keindahan Alam yang Tersembunyi di Hutan Kalimantan

7 Juni 2022 - 18:14 WIB

Indahnya Sunset di Ekowisata Telok Berdiri Kubu Raya

27 Januari 2022 - 11:48 WIB

Sambut Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan, Polda Banten Apresiasi Aksi Patriotis Para Jurnalis

29 Oktober 2021 - 11:37 WIB

Jajal Riam Pagarek, FAJI Kalbar Latih Teknik Berarung Jeram

25 Oktober 2021 - 20:16 WIB

Santri Melek Berita

25 Oktober 2021 - 12:43 WIB

Trending di Feature