Site icon Reportase News

Administrasi Segel PDAM Disoal Warga

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Situbondo. (foto:fat)

Situbondo,reportasenews.com – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Situbondo disoal warga. Pasalnya, saat membayar rekening air yang terlambat satu bulan, selain dikenakan denda keterlambatan juga harus membayar biaya adminstrasi segel,
Padahal,  selama terlambat mambayar tagihan,  tidak ada petugas PDAM yang datang melakukan penyegelan meteran air ke rumah pelanggan, sepert yang dialami pelanggan bernama  Rudi Ariyanto, warga Perumahan Villa Bukit Situbondo, Blok F – 28 Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan.
 Menurutnya, saat terjadi keterlambatan pembayaran tagihan  air, meteran air yang ada  didepan rumahnya tidak pernah disegel oleh petugas PDAM. Tetapi begitu membayar, dirinya langsung kaget. Sebab pada rekening pembayarannya tertera biaya administrasi segel sebesar Rp 25.000 dan denda keterlambatan sebesar Rp 5.000.
 “Aneh,  bisa ada administrasi segel Rp 25 ribu. Padahal meteran air dirumah tidak pernah disegel. Kalau denda keterlambatannya Rp 5 ribu dan pemakaian air sebanyak 6 M3 sebesar Rp 22.500. Jadi biaya segel yang saya bayar lebih besar dari harga airnya. Ini perlu dipertanyakan,”kata  Rudi, Selasa (04/9/2018).
Rudi menegaskan, jika  biaya administrasi segel yang cukup tinggi itu, memberatkan kepala pelanggan, apalagi dirinya yang bekerja sebagai tenaga serabutan  menjadi takut untuk terlambat membayar tagihan  air.
“Dengan kejadian itu saya takut terlambat. Apapun saya jual untuk membayar tagihan air. Soalnya uang Rp 25 ribu itu besar mas,”imbuhnya.
Dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Direktur PDAM Situbondo, Jamal Fajri mengatakan, bahwa biaya administrasi segel itu akan diberlakukan pada pelanggan yang sudah menunggak selama dua sampai tiga bulan.
“Jika satu bulan itu tidak mungkin diberlakukan. Biaya segel itu akan dikenakan pada pelanggan yang sudah menunggak selama 2 sampai tiga bulan. Tolong kalau ada buktinya saya minta rekeningnya untuk  di cek di kantor,”himbau Jamal.(fat)
Exit mobile version