Menu

Mode Gelap

Internasional · 26 Okt 2016 18:26 WIB ·

Akses Internet Julian Assange Diputus Pemerintah Ekuador Dalam Pengasingan


					Kedutaan Ekuador di Inggris tempat Julian Assange mencari suaka politik / Vocativ Perbesar

Kedutaan Ekuador di Inggris tempat Julian Assange mencari suaka politik / Vocativ

EKUADOR, REPORTASE: Pemerintah Ekuador memotong akses internet pendiri Wiki Leaks Julian Assange untuk mecegah kemungkinan yang bersangkutan akan melakukan campur tangan dalam pemilihan presiden Amerika Serikat. Kelompok Wiki Leakss dikonfirmasi bahwa Assange telah merilis serangkaian informasi rahasia yang berkaitan dengan calon presiden dari Partai Demokrat Hillary Clinton, dan kini telah diputus koneksinya secara offline sejak Sabtu, demikian menurut Vocativ

Wiki Leaks melempar Twit bahwa Assange, yang statusnya bersembunyi di Kedutaan Besar Ekuador di London selama empat tahun dan dicari oleh pemerintah Swedia, kehilangan akses internet setelah Wiki Leaks menerbitkan informasi tentang pidato pribadi Clinton kepada Goldman Sachs.

Wiki Leaks telah berulang kali menerbitkan bahan sensitif yang berkaitan dengan pemilu November AS besok ini, termasuk email yang dibajak dari Komite Nasional Demokrat dan  John Podesta orang kepercayaan Clinton di tim kampanyenya

Meskipun Assange bersikukuh bahwa dirinya tidak tahu sumber dari dokumen Wiki Leaks soal Hillary itu, pemerintah AS telah menyalahkan Rusia karena lancang campur tangan dalam urusan negara atas nama Clinton melawan Donald Trump.

Sebuah entitas peretas bernama Guccifer 2.0 yang diyakini menjadi agen pemerintah Rusia, secara terbuka mengaku memiliki sejumlah dokumen yang diberikan kepada Wiki Leaks bersumber dari upaya meretas dari DNC, klaim akun resmi Twitter Wiki Leaks. Ekuador tampaknya takut dianggap membuat kekacauan diurusan dalam negeri AS terutama saat menjelang Pemilu besok ini.

“Pemerintah Ekuador menghormati prinsip non-intervensi dalam urusan internal negara lain. Tidak mengganggu dalam proses pemilihan eksternal, juga tidak mendukung kandidat tertentu”.

Selanjutnya dikatakan,. “Dengan demikian, Ekuador telah menggunakan hak berdaulat untuk sementara membatasi akses ke beberapa jaringan komunikasi pribadi dalam Kedutaan di Inggris.”

Pernyataan itu menambahkan bahwa ini tidak mencegah Wiki Leaks sebagai organisasi untuk melakukan “kegiatan jurnalistik.” Hal ini juga menegaskan kembali komitmen kedutaan Ekuador untuk memberikan suaka dan perlindungan kepada Assange dan menegaskan kembali niat mereka untuk melindungi Asenge sampai ia mencapai tempat yang aman.” (HSG/ Vocativ)

Komentar

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Gubernur Al Haris Lantik Anggota KPID Provinsi Jambi

17 Mei 2024 - 15:04 WIB

Kemenag Siapkan Rumah Ramah Bagi 818 Calon Jamaah Haji Lansia Asal Jambi

17 Mei 2024 - 14:36 WIB

Kepada Siswa Lemhanas, Irjen (Purn) Ike Edwin Sebut Pendekatan Budaya Kunci Cegah Korupsi

17 Mei 2024 - 14:10 WIB

Tersandung Kasus Narkoba, Pria Asal Bungo Terpaksa Menikah di Dikantor Polisi

16 Mei 2024 - 19:02 WIB

85 Anggota PPK Pilkada Situbondo Resmi Dilantik, Ini Pesan Ketua KPU

16 Mei 2024 - 17:31 WIB

85 Anggota PPK Pilkada Brebes 2024 Dilantik

16 Mei 2024 - 17:24 WIB

Trending di Daerah