Situbondo,reportasenews.com – Dua unit kendaraan dumptruk terjebak banjir, saat sedang mengambil pasir di Sungai Melati, Desa Tribungan, Kecamatan Mlandingan, Situbondo. Bahkan, dua dumptruk tersebut terseret deras arus sungai hingga mencapai puluhan meter di sungai tersebut.
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka peristiwa tersebut, karena begitu mengetahui terjebak dengan banjir yang datang tiba-tiba di sungai tempatnya mengambil pasir, dua sopir dumptruk tersebut langsung melompat menyelamatkan diri.
Diperoleh keterangan, sebelum terjebak dengan banjir yang datang secara tiba-tiba di sungai Melati, dua unit dumptruk tersebut diketahui sedang melakukan aktifitas untuk mengambil pasir di dasar sungai Melati tersebut.
Namun, saat mengetahui air mulai membesar di sungai tempatnya mengamil pasir, Syamsul selaku sopir dumptruk truk bernopol AD 1795 PR yang ada didepan mencoba untuk menghidupkan mesinnya. Sayangnya, mesin dumptruknya tidak bisa hidup, sehingga kendaraan dumptruk bernopol AD 1795 PR dan kendaraan dumptruk bernopol W 8035 CB langsung terjebak banjir, hingga terseret derasnya arus sungai hingga mencapai puluhan meter.
Mengetahui dumptruknya terjebak banjir yang datang tiba-tiba, kedua sopir dumptruk tersebut dan seluruh para pekerja, mereka langsung melompat untuk menyelamatkan diri.”Saya tidak mengira akan banjir, karena sebelumnya tidak ada banjir di hulu, namun saat membesar mesin dumptruk macet,’kata Syamsul, sopir dumptruk asal Kecamatan Suboh, Situbondo, Selasa (6/2).
Kapolsek Mlandingan, Situbondo AKP Muhammad Subakri mengatakan, begitu ada informasi ada dua unit dumptruk terjebak banjir, pihaknya bersama anggota Polsek Mlandingan langsung turun ke lokasi, untuk membantu proses evakuasi dua unit dumptruk tersebut.
“Karena situasi gelap dan debit air sungai makin membesar, sehingga proses evakuasi terhadap dua dumptruk yang terjebak banjir tersebut dihentikan, sedangkan proses evakuasi terhadap dua unit dumptruk tersebut akan dilanjutkan besok pagi,”kata AKP Muhammad Bakri.(fat)
