Menu

Mode Gelap

Nasional · 17 Jun 2022 16:48 WIB ·

Antisipasi Ganguan Keamanan, Kodam Udayana Terjunkan 6.000 Prajurit Amankan G20 Bali


					Kodam IX/Udayana terjunkan 6.000 prajurit untuk mengamankan KTT G20 di Bali. (foto:istimewa) Perbesar

Kodam IX/Udayana terjunkan 6.000 prajurit untuk mengamankan KTT G20 di Bali. (foto:istimewa)

Denpasar, reportasenews.com – Komando Daerah Militer (Kodam) IX/Udayana akan mengerahkan sekitar 6.000 prajurit untuk mengamankan jalannya Konferensi Tingkat Tingi (KTT) G20 yang puncaknya berlangsung di Badung, Bali, pada 15–16 November 2022.

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Sonny Aprianto mengatakan sebanyak 6000 pasukan itu nantinya akan tergabung dalam Satgas Pengamanan wilayah Bali.

“Untuk kekuatan di wilayah kami Kodam IX/Udayana sekitar 6.000 personel. Itu yang nanti tergelar untuk Satgas Pengamanan Wilayah,” kata Sonny saat ditemui pada sela-sela kegiatannya di Denpasar, Kamis.

Tidak hanya itu, Kodam IX/Udayana juga bakal mengerahkan 2.000 prajurit untuk siaga mengantisipasi bencana alam.

“2.000 personel untuk Satgas Evakuasi Bencana. Kami juga mengantisipasi apabila terjadi bencana alam saat pelaksanaan G20, sehingga dibentuk Satgas Evakuasi,” kata Pangdam IX/Udayana.

Satgas Evakuasi Bencana G20 itu dipimpin oleh Kasdam IX/Udayana, kata Sonny.

Keberadaan Satgas Evakuasi Bencana itu merupakan langkah kesiapsiagaan Kodam IX/Udayana, mengingat Bali memiliki 11 potensi ancaman bencana, yang di antaranya letusan gunung api dan Tsunami.

Sejauh ini, Kodam IX/Udayana bersama Polda Bali dan Badan Intelijen Negara di Daerah (Binda) Bali telah mengidentifikasi sejumlah potensi ancaman yang dapat terjadi selama G20, di antaranya penculikan terhadap delegasi, dan aksi teror.

Demi menunjukkan kesiapan menghadapi itu, Kodam IX/Udayana pun menggelar simulasi penanggulangan aksi teror di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Kamis.

Dalam simulasi, Kodam IX/Udayana menampilkan kemampuan sejumlah pasukan elitenya dari Batalyon Infanteri Raider 900/Satya Bhakti Wirottama, Batalyon Infanteri Mekanis 741/Garuda Nusantara, Batalyon Zeni Tempur 18/Yudha Karya Raksaka, dan Detasemen Kavaleri 4/Shima Pasupati.

Tidak hanya itu, belasan kendaraan tempur tank, alat peledak bom, dan kendaraan penjinak bom juga ditampilkan saat simulasi.

“Kami sudah memetakan hakikat ancaman yang diperkirakan akan timbul sehingga kami antisipasi dari jauh-jauh hari saat ini untuk mengeliminir (mencegah, red.) supaya itu tidak terjadi,” kata Pangdam IX/Udayana.

Indonesia pada tahun ini ditunjuk sebagai ketua/presidensi G20, yaitu forum antarnegara yang terdiri atas 19 negara dan Uni Eropa. Forum G20 mewakili setidaknya 60 persen populasi bumi, 80 persen produk domestik bruto (PDB) dunia, dan 75 persen perdagangan global.

Rangkaian acara G20 di bawah kepemimpinan Indonesia telah berlangsung sejak Desember 2021 dan puncaknya, yaitu konferensi tingkat tinggi (KTT) atau pertemuan antarpemimpin negara (leaders’ meeting ) bakal berlangsung di Nusa Dua, Badung, Bali pada 15–16 November 2022. (ant/*)

Komentar
Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Hari Bhayangkara Ke-76, Polsek Padas Banjir Penghargaan Dan Prestasi

6 Juli 2022 - 13:45 WIB

Sebagai Pendatang Baru Tim StreetSoccer DKI Jakarta Langsung Juarai FORMI VI Palembang

5 Juli 2022 - 23:18 WIB

Harga Cabai Rawit di Situbondo Tembus Rp120 Ribu Perkilogram

5 Juli 2022 - 20:27 WIB

Jamasan Pusaka Sakral, Jelang Hari Jadi Ngawi Ke 664 Tahun

5 Juli 2022 - 20:22 WIB

Pemegang Saham PWON Bakal Terima Deviden Senilai Rp 4 Per Saham

5 Juli 2022 - 20:10 WIB

Gali Potensi Wisata Kalbar Demi Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Desa

5 Juli 2022 - 17:28 WIB

Trending di Daerah