Menu

Mode Gelap

Daerah · 11 Des 2019 18:47 WIB ·

Antisipasi TKI Ilegal, Disnakertrans Situbondo Kumpulkan Kades 


					Wabup Situbondo Yoyok Mulyadi, saat membuka kegiatan sosialisasi PMI.(foto Perbesar

Wabup Situbondo Yoyok Mulyadi, saat membuka kegiatan sosialisasi PMI.(foto"fat)

Situbondo,reportasenews.com – Untuk mengantisipasi warga Situbondo menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Situbondo, menggelar kegiatan sosialisasi perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) diluar negeri, Rabu (11/12/2019).

Kegiatan yang bertujuan untuk melindungi para TKI tersebut dibuka langsung oleh Wabup Situbondo Yoyok Mulyadi. Bahkan, Disnakertrans Kabupaten Situbondo, menggandeng para kepala desa (Kades) dan lurah di Kabupaten Situbondo.

Wabup Situbondo Yoyok Mulyadi mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi dengan kegiatan sosialisasi perlindungan TKI  yang dilaksanakan oleh Disnakertrans Kabupaten Situbondo, karena  merupakan salah satu bentuk kepedulian Pemkab Situbondo  dalam melindungi  warga Situbondo yang menjadi TKI diluar negeri.

“Selain itu, kegiatan sosialisasi yang melibatkan para Kepala Desa (Kades) di Situbondo  ini,  juga untuk mengantisipasi adanya warga Situbondo  yang akan menjadi TKI ilegal,”ujar Wabup Yoyok Mulyadi, Rabu (11/12/2019).

Menurutnya, karena pemerintah desa   merupakan pemerintahan tingkat bawah yang berhak untuk surat keterangan kepada warganya. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh  Kades di Situbondo  agar selektif dalam memberikan surat keterangan kepada warga yang akan pergi ke luar negeri, untuk mengantisipasi semakin banyaknya Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural atau menjadi pekerja migran ilegal.

“Maka dari itu, kami minta para kepala desa selektif dan detai menanyakan kepada warga yang mengurus surat keterangan bepergian ke luar negeri. Misal akan bekerja harus jelas ikut PT apa,” kata Wabup Yoyok Mulyadi.

Lebih jauh  Yoyok  menyebutkan, warga Situbondo yang menjadi pekerja migran di luar negeri khusus yang prosedural sebanyak 154 orang, sedangkan pekerja migran non-prosedural, katanya, jumlahnya diperkirakan lebih banyak dari PMI prosedural.

“Selama ini kasus pemulangan pekerja migran baik sakit dan meninggal dunia, mayoritas pekerja migran ilegal. Bagaimanapun pemerintah daerah tetap membantu proses pemulangan PMI ilegal, karema bagian dari tanggung jawab kami,” ujarnya.

Wabup Yoyok menambahkan, dengan sosialisasi perlindungan pekerja migran dengan mengundang seluruh kepala desa, diharapkan desa berperan aktif dalam memberikan pemahaman kepada warganya yang hendak bekerja ke luar negeri.

“Kepala desa bisa melanjutkan sosialisasi ini kepada warganya agar paham prosedur mejadi pekerja migran dan bisa diarahkan yang prosedural,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Situbondo Budi Priono mengemukakan pada 2018 dan 2018 tercatat ada 14 kasus pemulangam pekerja migran ilegal yang meninggal dunia dan dideportasi dari luar negeri seperti Malaysia.

“Selama 2018 hingga 2019 sudah ada 14 kasus Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural kami urus pemulangannya, baik yang meninggal dunia maupun PMI yang dideportasi,” ujarnya.

Budi Priono menambahkan, jika  kegiatan sosialisasi perlindungan pekerja migran indonesia (PMI) Situbondo, pihaknya  sebanyak 120 kepala desa di Kabupaten Situbondo. Dengan  harapan, para kades bisa memberikan pemahaman kepada warga bagaimana menjadi pekerja migran prosedural dan non-prosedural.(fat)

 

Komentar

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Gubernur Al Haris Lantik Anggota KPID Provinsi Jambi

17 Mei 2024 - 15:04 WIB

Kemenag Siapkan Rumah Ramah Bagi 818 Calon Jamaah Haji Lansia Asal Jambi

17 Mei 2024 - 14:36 WIB

Kepada Siswa Lemhanas, Irjen (Purn) Ike Edwin Sebut Pendekatan Budaya Kunci Cegah Korupsi

17 Mei 2024 - 14:10 WIB

Tersandung Kasus Narkoba, Pria Asal Bungo Terpaksa Menikah di Dikantor Polisi

16 Mei 2024 - 19:02 WIB

85 Anggota PPK Pilkada Situbondo Resmi Dilantik, Ini Pesan Ketua KPU

16 Mei 2024 - 17:31 WIB

85 Anggota PPK Pilkada Brebes 2024 Dilantik

16 Mei 2024 - 17:24 WIB

Trending di Daerah