Site icon Reportase News

Australia Buat Penjara Khusus Teroris Pertama, Cegah Napi Lain Dipengaruhi

Goulburn Correctional Centre/ Wiki

Australia, reportasenews.com – Australia menyiapkan satu penjara khusus untuk terpidana kasus terorisme. Langkah ini diambil untuk mengisolasi napi kejahatan jenis lain supaya jangan terkena brain washing dari napi kasus teroris.

Australia berencana untuk membangun penjara pertamanya hanya untuk militan dengan pandangan ekstrim untuk mencegah radikalisasi narapidana lainnya. Langkah tersebut dilakukan beberapa hari setelah situasi penembakan dan penyanderaan di Melbourne yang kemudian diklaim dilakukan oleh ISIS.

Penjara “mini-max” baru akan menjadi bagian dari Pusat Pemasyarakatan Goulburn Supermax, kompleks penjara keamanan maksimum dan minimum untuk tahanan laki-laki, di New South Wales (NSW).

“Kami tidak ingin melihat orang-orang yang sudah dipenjara terpengaruh radikalisasi,” kata NSW Premier Gladys Berejiklian pada hari Minggu, mengumumkan proyek tersebut.

Pemerintah berencana untuk menghabiskan dana sebesar AUS $ 47 juta (US $ 35 juta) selama tiga tahun ke depan dalam proyek tersebut, yang dijuluki Supermax II. Penjara baru, yang dilengkapi dengan kamera CCTV, akan menampung 54 tahanan. Pihak berwenang berharap fasilitas tersebut akan selesai pada akhir 2018.

Jumlah narapidana yang ditahan atas tuduhan ekstremis telah meningkat dua kali lipat sejak 2013, menurut Komisaris Korporasi Korporasi Peter Severin. Sedikitnya 33 dari 45 narapidana Supermax telah dipidana atau dikenai tuduhan terkait terorisme, katanya.

“Kami menjaga afiliasi al-Qaida, yang sangat disiplin dan sangat dogmatis, jauh dari afiliasi IS, yang merupakan tipu daya muda yang terlibat dalam perilaku yang ribut dan menantang semua orang,” katanya kepada Telegraph.

Severin menambahkan bahwa “dengan memusatkan mereka yang memiliki potensi untuk menyebabkan kerugian paling besar,” pemerintah akan “menjaga sisa sistem tetap aman.”

Unit baru itu adalah “keputusan [Australia] yang harus dibuat” karena ada “terlalu banyak teroris di Supermax” di Goulburn, Menteri Koreksi NSW David Elliott mengatakan, seperti yang dikutip oleh Sydney Morning Herald.

Menteri Imigrasi Australia Peter Dutton memuji proyek tersebut.

“Selama cara di mana penjara ini dirancang dan dikonfigurasi tidak berarti semua teroris saling terkait satu sama lain saling menguatkan ideologi masing-masing,” katanya kepada Sky News Australia.

Kompleks penjara menampung beberapa penjahat paling terkenal di negara itu, termasuk Ivan Milat, seorang pembunuh berantai dari tahun 1990an, yang dihukum tanpa pembebasan bersyarat. Beberapa terpidana ekstremis yang merencanakan serangan teroris Sydney tahun 2005 juga termasuk di antara narapidana di fasilitas tersebut.

Berita tentang Supermax II muncul setelah Yacqub Khayre seorang teroris kelahiran Somalia membekap seorang wanita sandera di sebuah blok apartemen di Melbourne pada awal Juni. Satu orang meninggal saat pengepungan, begitu pula penyerang. ISIS mengaku bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Kemudian, pihak berwenang memastikan bahwa Khayre sedang dalam pembebasan bersyarat setelah menjalani hukuman di penjara karena melakukan pencurian dengan kekerasan pada tahun 2012. Menurut laporan media Australia, dia juga diketahui melakukan tindakan kontraterorisme atas dugaan keterlibatannya dalam plot teroris 2009 untuk menyerang barak tentara di Sydney. (Hsg)

Exit mobile version