Menu

Mode Gelap

Daerah · 8 Jan 2024 10:22 WIB ·

Banjir di Kabupaten Landak Capai Tinggi 150 cm


					Banjir di Kabupaten Landak Capai Tinggi 150 cm Perbesar

Sejak awal Januari 2024, tiga kabupaten di Kalimantan Barat dilanda bencana banjir dan longsor. Sejumlah ruas jalan kabupaten juga alami kerusakan akibat longsor yang disebabkan hujan yang tinggi. Seperti longsor di jalan kabupaten Kapuas Hulu dan longsor di jalan Kuala Behe dan Dusun Meranti. (foto istimewa).

Landak, reportasenews.com – Sejumlah wilayah di Kalimantan Barat (Kalbar) sejak sepekan terakhir di landa banjir. Curah hujan yang tinggi disertai kurangnya daerah resapan air dan sungai meluap, menyebabkan beberapa kabupaten menerapkan status tanggap darurat bencana banjir dan longsor. Banjir besar juga dialami Kabupaten Landak, yang menimpa ibukota kabupaten yakni Ngabang.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Informasi Bencana BPBD Kalbar, Daniel mengatakan secara garis besar banjir di Kabupaten Landak berdampak pada 2 Kecamatan yakni :
1. Kecamatan Ngabang
2. Kecamatan Kuala Behe.

Sementara banjir berdampak pada 11 Desa yaitu :
1. Desa Mungguk
2. Desa Kampung Raja
3. Desa Hilir Kantor
4. Desa Temiang Sawit
5. Desa Amboyo Selatan
6. Desa Sebirang
7. Desa Pak Mayam
8. Desa Hilir Tengah
9. Desa Kedama
10. Desa Kuala Behe
11. Desa Permit.
Dengan jumlah masyarakat terdampak banjir sebanyak 3. 733 Kepala Keluarga (13.558 jiwa).

“Secara umum banjir sudah berangsur surut, ketinggian banjir pada saat kejadian paling tinggi 150 cm, sekarang ketinggian masih bervariasi terendah sekitar 10 cm,” terang Daniel dalam pres rilisnya, Senin (8/1/2024).

Daniel menegaskan saat ini Kabupaten Landak sudah menetapkan Status Tanggap Darurat mulai berlaku sejak 5 Januari sampai 18 Feb 2024, dan dapat diperpanjang sesuai dengan situasi dan kondisi yang terjadi dilapangan.

“Mulai Januari 2024 ini sudah ada 3 Kabupaten yang dilanda banjir yaitu, Bengkayang, Landak, Kapuas Hulu,” ujarnya.

Daniel mengimbau kepada masyarakat Kalbar untuk; mewaspadai kemungkinan terjadinya banjir dan tanah longsor dilokasi yang dianggap potensial. Untuk itu terutama masyarakat yang berada di pinggir sungai atau bantaran sungai dan daerah perbukitan; Berhati-hati dalam berkendaraan, karena curah hujan sangat tinggi, jalan licin dan mengaburkan pandangan;

“Kalau terjadi bantingsor mari kita saling bantu dan segera melaporkan kepada pemerintah Desa /Kelurahan untuk diteruskan kepada Pemerintah di jenjang berikutnya, sehingga Pemerintah dapat segera memberikan respon yang cepat,” imbuhnya.

Daniel berharap kepada penangungjawab di lingkungan masyarakat, baik RT/RW, kelurahan/Desa, Kecamatan serta Pemerintah Kabupaten/Kota, diminta proaktif melakukan pendataan titik rawan/kritis bantingsor dilingkungan masing-masing.

“Semoga Tuhan yang maha Esa memberikan kita kekuatan lahir dan batin, dan daerah kita aman dan terhindar dari musibah,” harapnya. (das)

Komentar

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Tertimpa Pohon Tumbang, 2 Rumah Kakak Beradik di Situbondo Rusak Berat

14 Juli 2024 - 21:18 WIB

DuaGudang Terbakar di Situbondo, Kerugian Materi Mencapai 45 juta

14 Juli 2024 - 21:14 WIB

Ae Mutu Air Tiga Rasa, Nikmati Keindahan Alam dan Budaya di Gunung Kelimutu

14 Juli 2024 - 21:08 WIB

Masa Jabatan Kades Jadi 8 Tahun, Apdesi Situbondo Gelar Syukuran

13 Juli 2024 - 16:23 WIB

Keroyok Seorang Perempuan, Bapak dan Anak di Situbondo Dipolisikan

12 Juli 2024 - 22:10 WIB

Bawa Sajam Saat Konvoi, Puluhan Anggota PSHT Diamankan

12 Juli 2024 - 17:16 WIB

Trending di Daerah