Menu

Mode Gelap

Daerah · 27 Jan 2022 21:52 WIB ·

Bawa Kabur Gadis Dibawah Umur, Pria 36 Tahun Ditangkap


					Tersangka Anwar (36) (tengah/baju biru bertopi) diapit empat anggota Polres Sumba Timur. Anwar adalah tersangka yang membawa kabur NRPC gadis berusia 13 Tahun dari Sumba Timut NTT. (foto:Eliazar Ballo) Perbesar

Tersangka Anwar (36) (tengah/baju biru bertopi) diapit empat anggota Polres Sumba Timur. Anwar adalah tersangka yang membawa kabur NRPC gadis berusia 13 Tahun dari Sumba Timut NTT. (foto:Eliazar Ballo)

Kupang, reportasenews.com – Seorang gadis remaja berusia 13 tahun asal Kabupaten Sumba Timur, NTT, dibawa kabur oleh pacarnya yakni Anwar (36) ke Kabupaten Bima, NTB.

Sang gadis yang masih berstatus pelajar SMP dan pacarnya yakni Anwar (36) lalu diamankan di pelabuhan Sape, Kabupaten Bima, NTB.

Kapolres Sumba Timur, AKBP Handrio Wicaksono, yang dikonfirmasi Kamis (27/1) membenarkan kasus ini.

“Korbannya adalah NRPC (13), seorang pelajar SMP. Dia (korban) warga Desa Kaliuda, Kecamatan Pahunga Lodu, Sumba Timur”, kata Handrio.

Disampaikan Handrio, kasus membawa lari anak dibawa umur tersebut dilaporkan Rusmini, ibu kandung NRPC ke Polsek Pahunga Lodu, Sumba Timut Senin (17/1) lalu dengan tersangka adalah Anwar (36).

Laporan keluarga tersebut tertuang dalam laporan polisi nomor LP/B/01/I/2022/Sek Pahung Lodu/Res Sumba Timur/Polda NTT, tanggal 17 Januari 2022, dengan

Kasus membawa lari anak gadis dibawah umur.

Dia merinci dari laporan yang diterima, tersangkanya adalah Anwar (36)  warga Pulau Sanane RT 01/RW 01 Desa Sabalana, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangka Jene dan kepulauan,  Sulawesi Utara.

Menurut Handrio, keterangan yang diperoleh polisi dari Rusmini menyebutkan kalau pada Sabtu (15/1) malam sekitar pukul 23.00 wita, korban dijemput oleh tersangka dari rumahnya di Desa Kaliuda, Kecamatan Pahunga Lodu, Sumba Timur.

“Keduanya (NRPC dan Anwar) punya hubungan asmara, dan keduanya sepakat untuk pergi Bima untuk melangsungkan pernikahan tanpa sepengetahuan orangtua korban (NRPC)”, ujar Kapolres.

Dia menyebutkan, walaupun tanpa sepengetahuan keluarga NRPC, tapi Anwar tetap nekat membawa kabur korban yang masih di bawah umur. Keduanya berangkat ke Bima dengan menumpang kapal laut kapal KM Sababa yang berlayar ke pelabuhan Sape.

Dari pengakuan Anwar kata Kapolres, setelah ditangkap, saat dalam pelayaran dari Waingapu ke Sape, keduanya sempat melakukan hubungan intim. “Hubungan badan itu menurut Anwar atas dasar suka sama suka”, kata Handrio.

Tapi lanjut Handrio alasan Anwar bukan berarti akan membebaskannya dari ancaman hukuman. Karena ada undang-undang perlindungan anak yang mengancam tersangka.

Dia menjelaskan, keduanya diamankan di pelabuhan Sape pada Senin (17/1) sekitar pukul 09.00 Wita oleh keluarga NRCP yang telah menunggu di pelabuhan Sape, Bima-NTB.

“Mereka (NRPC dan Anwar) diamankan didalam kapal KM. Sababa saat sandar di Pelabuhan Sape oleh keluarga korban”, jelas Handrio.

Usai diamankan lanjut Handrio, keluarga kemudian memberi informasi pada polisi yang langsung dilakukan penjemputan oleh anggota Satuan Reskrim dari Unit PPA dan Unit Jatanras pada Sabtu (22/1).

“Setelah dapat informasi dari keluarga (tentang keberadaan korban dan tersangka) anggota (Polres Sumba Timur) langsung berangkat ke Bima untuk menjemput keduanya”, kata Handrio.

Handrio menerangkan, setelah dijemput oleh anggota Sat Reskrim, keduanya langsung dibawa ke Waingapu (Sumba Timur) untuk menjalani pemeriksaan. Dan mereka tiba di Waingapu pada Kamis (27/1) dinihari sekitar pukul 04.00 Wita.

Setelah tiba di Waingapu, polisi langsung melakukan Visum et Repertum kepada korban NRPC di RSUD Waingapu. Sedangkan tersangka Anwar langsung menjalani pemeriksaan di Unit PPA Sat Reskrim Polres Sumba Timur.

Kini tersangka Anwar yang membawa kabur NRPC telah ditahan di ruang tahanan Polres Sumba Timur. “Sudah langsung kita tahan (tersangkanya)”, tegas Kapolres Sumba Timur.

Kepada tersangka, polisi menjeratnya dengan pasal  81 ayat (2) Undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak sub pasal 332 ayat (1) ke-1 KUHP. (Eba)

Komentar
Artikel ini telah dibaca 51 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

IPW Dorong Perseteruan Perwira Polri Dengan Mertua dan Adik Iparnya Diakhiri Secara Damai

27 Mei 2022 - 22:17 WIB

DPDR Gelar Paripurna PAW Anggota Fraksi PDIP Sisa Masa Jabatan 2019-2024

27 Mei 2022 - 19:44 WIB

IPW Minta Presiden Jokowi Perintahkan Panglima TNI Jelaskan Penghentian Kasus Korupsi Pengadaan Helikopter AW-101

27 Mei 2022 - 17:10 WIB

Pastikan Keamanan Perayaan Kenaikan Isa Al Masih, Polres Ngawi Perketat Gereja

26 Mei 2022 - 17:12 WIB

Gairahkan Otomotif Ngawi Lebih Bergengsi, Black Hoe Racing Team Hadir Ditengah Masyarakat

25 Mei 2022 - 16:24 WIB

Lagi Penumpang Bus Mendadak Meninggal, Diduga Karena Serangan Jantung

24 Mei 2022 - 18:14 WIB

Trending di Daerah