Menu

Mode Gelap

Daerah · 24 Nov 2021 23:06 WIB ·

Bekas Anggota Polisi yang Gugat Kapolda NTT Dipecat Karena Desersi Selama 123 Hari


					Kapolda-NTT Irjen Pol Lotharia. (foto;istimewa) Perbesar

Kapolda-NTT Irjen Pol Lotharia. (foto;istimewa)

Kupang, reportasenews.com – Petrus Kopong Eban Ataklen, pecatan polisi yang menggugat Kapolda NTT ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kupang pernah meninggalkan tugas tanpa ijin dari pimpinan atau desersi selama 123 hari.

Kapolda NTT, Irjen Pol. Lotharia Latif mengungkapkan hal tersebut kepada reportasenews.com, Rabu (24/11) sore.

“Yang bersangkutan (Petrus) disersi selama 123 hari dan sesuai aturan di Kepolisian pantas untuk di-PTDH (Pemberhentian Dengan Tidak Hormat) atau dipecat”, tegas Lotharia.

Menurut Lotharia, anggota yang dipecat tersebut, meninggalkan tugas sejak 10 Nopember 2015 sampai dengan Marer 2016. Atau sekitar 123 hari.

Bahkan lanjut Lotharia, karena meninggalkan tugas lebih dari 30 hari, Petrus Kopong Eban Ataklen sempat masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) yang dikeluarkan Kapolres Lembata pada 17 Desember 2015 lalu.

Karena pelanggaran kode etik dan disiplin itulah Petrus mendapat sangsi berat yakni Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) atau dipecat.

Disampaikan Lotharia, Petrus Kopong Eban dipecat pada 22 Agustus 2018 atau tiga tahun yang lalu. Dan sudah melalui tahapan sidang kode etik dan disiplin.

Ditegaskan Lotharia, pemecatan terhadap anggota Polri bukan saja karena kasus pidana, tetapi pelanggaran kode etik dan disiplin berat juga bisa mengantar seorang anggota polri mendapat sangsi berat hingga pemecatan.

Dia mengungkapkan seorang anggota Polri harusnya taat pada aturan yang berlaku di internal kepolisian. “Bukan hanya mau haknya saja, tapi tidak mau melaksanakan kewajibannya”, kata Lotharia.

“Anggota yang sering sakiti hati rakyat dan tidak bisa dibina lagi pasti dapat dipecat. Masih banyak anggota yang baik yang harus kita bela dan perjuangkan kesejahteraannya”, kata Lotharia.

Lotharia menyebutkan institusi Polri tidak pernah nemaksa seseorang untuk menjadi anggota Pokri. Tetapi jika seseorang memilih profesi polri maka harus mengikuti aturan yang berlaku di kepolisian untuk sepenuhnya melayani dan melindungi masyarakat serta taat dan patuh pada aturan yang berlaku.

Lotharia berujar  siap menghadapi gugatan yang diajukan bekas anak buahnya yakni Petrus Kopong Eban Atakleng. Kareba setiap warga negara punya hak yang sama.

“(Soal PTUN) Biasa itu, kita hadapi sesuai aturan dan ini bertanda polri patuh hukum dan demokratis”, tandasnya.

Gugatan Petrus Kopong Eban Atakleng ke PTUN Kupang terdaftar dalam perkara nomor 30/G/2021/PTUN-KPG tanggal 22 September 2021. Petrus menggugat Kapolda NTT karena tidak terima dipecat dari anggota Polri pada 22 Agustus 2018 karena kasus disersi atau meninggalkan tugas lebih dari 30 hari.

Petrus Kopong Eban Ataklen sebelum dipecat bertugas di Polres Lembata dengan pangkat terakhir Brigadir Polisi Satu (Briptu). Karena disersi, saat itu Petrus sempat menjadi DPO Polres Lembata yang dikeluarkan Kapolres Lembata. (Eli)

Komentar
Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Gadis Dibawah Umur Dianiaya Rekan Kerja Lantaran Tak Terima Dipanggil Babu

29 November 2021 - 23:08 WIB

Pasutri Asal Balaikarangan Jual Narkoba di Pontianak, Dibekuk Polisi

29 November 2021 - 20:56 WIB

Propam Polres Situbondo, Akan Lakukan Penyelidikan Mobil Patroli Tabrak Bocah 7 Tahun 

29 November 2021 - 16:07 WIB

Polda Banten akan Gelar Swab Test di Pos Pengamanan Nataru

29 November 2021 - 13:40 WIB

Berstatus Sehat, Bank NTT Maksimalkan Peran Agen Pembangunan Paska Pandemi

28 November 2021 - 20:42 WIB

Vaksinasi Di Puskesmas Kedunggalar Ngawi Berujung Kerumunan Warga

28 November 2021 - 16:54 WIB

Trending di Daerah