Depok,reportasenews.com – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI Zaadit Takwa memberikan “kartu kuning” kepada Presiden Jokowi saat acara Dies Natalies ke-68 UI di Balairung, Jum’at (2/2).
Akibat aksinya, Zaadit langsung diamankan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dengan digiring ke luar ruaangan.
Zaadit mengatakan, kartu kuning yang ia diberikan kepada Jokowi sebagai bentuk peringatan atas berbagai masalah yang terjadi di dalam negeri.
Menurutnya, ada sejumlah masalah yang menjadi sorotoan BEM UI selama empat tahun Jokowi menjadi Presiden, diantaranya kasus gizi buruk di Asmat, usulan Jenderal polisi aktif sebagai Plt gubernur, dan penerapan peraturan baru organisasi mahasiswa yang akan mempersempit ruang gerak mahasiswa.
“Masih banyak isu yang membuat masyarakat resah atas kondisi Indonesia,” kata Zaadit.
BEM UI mempertanyakan mengapa gizi buruk masih terus terjadi meski Papua memiliki dana otonomi khusus (otsus) yang besar.
BEM UI juga menyoroti langkah pemerintah mengusulkan Asisten Operasi Kapolri Irjen Mochamad Iriawan sebagai penjabat gubernur Jabar dan Kadiv Propam Polri Irjen Martuani Sormin sebagai penjabat gubernur Sumut. Langkah ini dinilai memunculkan dwifungsi Polri/TNI.
Dan yang terakhir, BEM UI juga menyoroti adanya draf peraturan baru organisasi mahasiswa dimana aturan baru itu dinilai mengancam kebebasan berorganisasi dan gerakan kritis mahasiswa. (*)
