Menu

Mode Gelap

Daerah · 27 Apr 2019 15:45 WIB ·

Walaupun Ada TWNC Milik Tomy Winata, Dusun Pengekahan Tetap Terisolir Tanpa Listrik


					Mat Yani berkopiah hitam saat bertemu dan curhat kepada Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal Perbesar

Mat Yani berkopiah hitam saat bertemu dan curhat kepada Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal

Pesisir Barat, reportasenews.com- Dusun Pengekahan adalah salah satu wilayah Marga Belimbing Kecamatan Bangkunat, Pesisir Barat, Lampung. Daerah ini dihuni ratusan kepala keluarga yang terbagi dalam empat Pemangku atau Dusun. Ke empat Pemangku ini secara administratif tergabung dalam Pekon (Desa) Way Haru, Kecamatan Bangkunat, Pesisir Barat, Lampung.

Pemangku yang tergolong terisolir ini dihuni 156 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah penduduk 1.112 jiwa. Kehidupan mereka sehari-hari sama dengan penduduk lain yang ada di Pesisir Barat yaitu bercocok tanam, berkebun, nelayan dan menjadi karyawan di Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) milik pengusaha Jakarta Tomy Winata. Ironisnya, walaupun ada TWNC ini, Dusun Pengekahan tetap terisolir tanpa badan jalan yang layak dan penerangn listrik.

Masyarakat Dusun Terisolir Pangekahan berharap dengan adanya TWNC, dusun mereka juga dibangun jalan aspal dan penerangan listrik PLN.

Masyarakat Dusun Terisolir Pangekahan berharap dengan adanya TWNC, dusun mereka juga dibangun jalan aspal dan penerangan listrik PLN.

Memang untuk menjangkau Pengekahan tidaklah mudah, kita bisa menggunakan jalur laut yang membutuhkan waktu tempuh sekitar 3-4 jam. Sewa perahu nelayan dengar tarif umum sebesar Rp 1,5 -2,5 juta. Atau kalau kita menggunakan jalur darat dibutuhkan waktu yang lebih lama lagi. Sebab jalan menuju Pengekahan hanya dapat dituju melalui pinggiran pantai dan hutan.

“Kami terpaksa puluhan kali menyeberangi muara sungai,” terang Agus, salah seorang pemandu yang menemani perjalanan saya ini.

Meskipun wilayahnya sulit dijangkau, namun penduduk Pengekahan dengan beragam suku mulai dari suku Jawa, Sunda, Batak dan Lampung bersatu dalam kehidupaan yang harmonis. Sebagai penduduk pendatang dengan berbagai adat istiadat, mereka melebur, bersatu dalam kesehariannya menerapkan adat  suku Lampung.

Sayangnya tingkat pendidikan masyarkata di Pengekahan masih sangat terbatas.  Dusun paling ujung Sumatera ini hanya memiliki sekolah di tingkat sekolah dasar dan sekolah lanjutan pertaman,  yakni SDN 02 Way Haru dan SMP Satu Atap.

“Kalaupun ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi (SMA) anak-anak Pengekahan harus merantau ke Way Haru atau ke Pekon Penyandingan, sebab di kedua pekon tersebut sudah ada Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN),” terang Mat Yani seperti menyesalkan kondisi ini.

Tingkat pendidikan anak anak Dusun  Pengekahan hanya sampai di SLTP saja, untuk melanjutkan ke SLTA mereka harus merantau ke desa lain. (foto: Agus Setiawan)

Tingkat pendidikan anak anak Dusun Pengekahan hanya sampai di SLTP saja, untuk melanjutkan ke SLTA mereka harus merantau ke desa lain. (foto: Agus Setiawan)

Begitu juga dengan alat komunikasi seperti telpon seluler belum leluasa digunakan, sebab belum ada yang membangun Base Transceiver Station atau BTS milik provider swasta atau pemerintah, sehingga singnal telpon seluler  di sini sangat minim.

“Sepertinya di dusun Pengekahan juga harus ditingkatkan alat penerangan. Masyarakat di sini  mengandalkan lampu tempel dengan bahan bakar minyak tanah atau listrik dari mesin Diesel,” kata Mat Yani dengan wajah prihatin kepada Bupati Pesisir Barat Agus Istiqla, beberapa waktu lalu.

Mat Yani berharap, agar pemerintah daerah membuka dan membangun badan jalan, serta membangun jaringan listrik pemerintah atau PLN mulai dari Pekon Way Haru menuju empat pemangku di Pengekahan, yaitu Pemangku Pengekahan, Sukamaju, Way Binjai, dan Way Titi Jati.

Tujuannya agar Pengekahan sama dengan Pekon lain yang ada di Pesibar dan tidak lagi menyandang status terisolir. (gus)

Komentar

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

LBH Mitra Santri, Gugat Bupati Karna Suswandi ke PN Situbondo

22 Juni 2024 - 20:25 WIB

Viral di Medsos, Siswa SDN 1 Cottok Juara 1 Kid Atletik O2N Situbondo Gagal ke Provinsi

22 Juni 2024 - 18:51 WIB

Dinilai Tuntutannya Rendah, Kuasa Hukum Korban Ancam Laporkan JPU ke Jamwas

21 Juni 2024 - 18:53 WIB

Satu Jamaah Haji Asal Batanghari Meninggal di Mekkah

21 Juni 2024 - 18:46 WIB

PPDB SMPN 8 Kota Madiun Terima Titipan Siswa, Tolak Peserta Luar Kota?

21 Juni 2024 - 16:38 WIB

Dalam Kasus Bank Centris Kemenkeu Menjadi “Pengecut”

21 Juni 2024 - 15:22 WIB

Trending di Hukum