Pontianak, reportasenews.com – Selama 3 hari orang utan jantan dewasa berkeliaran di salah satu kebun milik Ibu Sabie. Orangutan tersebut telah memakan tanaman di kebun milik ibu Sabie. Kebun tersebut berjarak 2 km dari pemukiman warga terdekat.
Warga berusaha menangkap satwa tersebut dengan menggunakan tali tambang. Saat dilakukan penangkapan oleh warga, orangutan tersebut sedang turun dari pohon Albasia.
Orangutan ditangkap warga dengan mengikat dan membawanya menuju pemukiman dengan pengawalan Tim Kepolisian Sektor Siantan serta melaporkan kejadian ini kepada pihak BKSDA Kalimantan Barat.
Tidak berapa lama petugas Tim Gugus Tugas TSL Balai KSDA Kalbar sampai ke lokasi dan langsung melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap satwa tersebut.
“Orangutan ini kemudian diletakan di halaman depan rumah warga di Desa Parit Yakob, Kecamatan Wajok Hilir, Kabupaten Mempawah,” kata kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Sadtata Noor Adirahmanta, dalam konferensi pers kepada wartawan, Senin (2/7).
Sadtata mengatakan pada Minggu (1/7), sekitar pukul 10.00 wib, Call Centre Balai KSDA Kalimantan Barat mendapatkan informasi kemunculan Orangutan di Desa Parit Yakob, Kecamatan Wajok Hilir, Mempawah dari laporan masyarakat yang disampaikan oleh Kepolisian Sektor Siantan.
Tidak memerlukan waktu lama tim dari Balai KSDA Kalbar sampai di lokasi untuk melakukan evakuasi seekor orangutan jantan dewasa yang telah ditangkap warga.
“Kami mengapresiasi dan berterimakasih atas reaksi positif warga dan instansi terkait untuk usaha penyelamatan satwa liar tersebut. usaha penyelamatan satwa oleh masyarakat, pemerintah daerah setempat dan kepolisian setempat dapat berlangsung sangat efektif sehingga orangutan dapat terselamatkan,” ujarnya.
Saat ini orangutan tersebut di tempatkan di kandang sementara di Kantor Balai, dan selanjutnya pada Senin malam akan dibawa dan dititip rawatkan ke Sintang Orangutan Center (SOC) untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kesehatan satwa tersebut.
“Bilamana memungkinkan akan dilepasliarkan ke habitat alaminya secepatnya, mengingat satwa tersebut masih memiliki sifat liar,” tegasnya.
Dia menambahkan karena beberapa kejadian ditemukannya orangutan di Wajok Hilir dan sekitarnya, dalam waktu dekat Balai KSDA Kalbar bersama beberapa pihak akan melakukan identifikasi guna memastikan masih ada tidaknya orangutan di daerah tersebut serta sosialisasi kepada masyarakat terkait penanganannya bila menjumpai satwa tersebut di areal kebun dan apabila memungkinkan akan dilakukan upaya relokasi untuk menjamin keselamatan orangutan tersebut.
“Dalam jangka menengah dan jangka panjang Balai KSDA bersama para pihak bersepakat akan melakukan survey dan kajian menyeluruh di areal tersebut sebagai bahan masukan bagi pengambilan kebijakan di level yang lebih tinggi,” pungkasnya. (das)
