Search

Bersatu Untuk Indonesia Tangguh dari RSDC Wisma Atlet Kemayoran

Persiapan para tenaga kesehatan (nakes) RSDC Wisma Atlet jelang pelaksanaan acara peringatan Hari Lahirnya Pancasila, 1 Juni 2021. (Foto. Mahfud)

Jakarta, Reportasenews – Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2021 kali ini bertemakan “Pancasila Dalam Tindakan, Bersatu untuk Indonesia Tangguh”.

Tema ini begitu terasa perjuangan para relawan yang bertugas di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran. Mereka pun menggelar acara peringatan Hari Lahir Pancasila dengan tema yang sama.

Melalui tema ini, mereka mengirim pesan untuk bersatu menjadi Indonesia yang tangguh dalam situasi perjuangan melawan Covid-19.

Peringatan Hari Lahir Pancasila di RSDC Wisma Atlet Kemayoran berlangsung pukul 09.00 WIB. Peringatan diikuti sekitar seratus tenaga kesehatan (nakes) yang mengenakan pakaian hazardous materials. Pasien Covid-19 RSDC Wisma Atlet Kemayoran pun ikut dalam peringatan tersebut.

Nakes yang mengikuti acara dan berpakaian hazmat adalah nakes yang hendak bertugas di ruang perawatan di tower 4,5,6 dan 7. Mereka nantinya, seusai peringatan akan langsung masuk ke ruang perawatan seperti tugas rutin sebagai tenaga kesehatan yang merawat pasien Covid-19.

Acara peringatan Hari Lahir Pancasila di RSDC Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, (1/9/2021). Foto. Mahfud

Peringatan dilakukan di halaman depan tower 7. Halaman tower 7 ini dalam arsitektur RSDC Wisma Atlet memang menjadi titik sentral sehingga halamannya paling luas dibanding tower lain.

Sebelum acara berlangsung, sejumlah nakes dengan pakian hazmat memasang spanduk bertuliskan tema peringatan Hari Lahir Pancasila “Pancasila Dalam Tindakan, Bersatu untuk Indonesia Tangguh”. Spanduk tersebut dipasang sejumlah nakes dengan memanjat tembok.

Bertindak sebagai pemimpin acara peringatan hari lahir Pancasila adalah Letkol drg. M Arifin, selaku Komandan Lapangan RSDC Wisma Atlet Kemayoran. Sebelum memasuki tempat upacara, Letkol M Arifin bersama seratus nakes yang mengenakan pakaian hazmat berkumpul di belakang tower 3.

Letkol M Arifin memberikan pengarahan terlebih dulu. Setelahnya, mereka berjalan dengan berbaris menuju tempat upacara di halaman tower 7.

“Pancasila ini adalah dasar negara kita, maka kita perlu resapi nilai-nilai yang terkandung didalamnya sehingga kita turut memperkokoh bangsa ini,” kata Letkol M Arifin dalam sambutannya.

Komandan Lapangan RSDC Wisma Atlet Kemayoran ini kemudian mengucapkan satu per satu sila. Ia pun mengulas makna dari masing-masing sila.

“Tentu dengan berdasar nilai-nilai Pancasila, kita akan bisa melewati situasi sulit di tengah Pandemi Covid-19. Persatuan Indonesia, dalam sila ketiga akan membuat kita bersatu padu menjadi bangsa yang tangguh. Tentu bukan sekedar kata-kata, tetapi tindakan untuk bersatu. Dengan bersatu kita bisa menghadapi apapun tantangan termasuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tutur Letkol Arifin.

Untuk mengingatkan kembali nilai-nilai Pancasila, kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab. Letkol Arifin melontarkan sejumlah pertanyaan. Pasien yang mampu menjawab pertanyaan diberikan bingkisan.

Sesi pertanyaan dibagi dua yaitu untuk anak-anak dan dewasa. Untuk anak-anak pertanyaan seputar masing-masing sila Pancasila.

Salah satu peserta acara peringatan Hari Lahir Pancasila di RSDC Wisma Atlet mendapat hadiah sepeda dari Letkol drg. M Arifin, selaku Komandan Lapangan RSDC Wisma Atlet Kemayoran.

“Coba siapa yang bisa jawab bunyi sila ketiga?” tanya Letkol Arifin.

Beberapa orang anak kemudian mengacungkan tangannya. Letkol Arifin kemudian menunjuk seorang anak yang mengacungkan tangan paling cepat untuk menjawabnya.

“Persatuan Indonesia,” jawab anak tersebut.

“Wah kamu pinter sekali, ini hadiah untukmu,” kata Letkol Arifin sambil menyodorkan bingkisan berisi mainan anak-anak.

Sementara untuk kelompok dewasa, pertanyaan lebih sulit. Pertanyaan seperti apa kepanjangan BPUPKI, arti burung Garuda hingga sejarah terbentuknya Pancasila.

Meski pertanyaannya serius, tetapi situasi berlangsung cair karena Letkol Arifin membawakan dengan santai dan diiringi humor. Letkol Arifin misalnya menanyakan penyebab pasien terinfeksi Covid-19.

“Bapak kenapa terinfeksi Covid?” tanyak Letkol Arifin.

Ketika mendapat jawaban bahwa sang pasien terinfeksi Covid-19 karena bepergian ke luar kota, Letkol Arifin menimpali bahwa pasien tersebut tidak mengikuti anjuran pemerintah.

“Itu sudah dibilang jangan bepergian ke luar kota, nah jadinya terinfeksi. Keluarga jadi kena semua,” kata Letkol Arifin dengan nada santai.

Bingkisan untuk kelompok dewasa antara lain sarung, mukena, kue hingga sepeda.

“Ini yang dapat kue kering, jangan dimakan sendiri. Kasih juga kawan-kawannya,” kata Letkol Arifin sambil tergelak-gelak dengan tawanya yang khas.(MM)




Loading Facebook Comments ...