Pontianak, reportasenews.com – Eksotika bentangan alam Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, tak perlu diragukan lagi. Dengan panorama hutan tropis dengan beragam keanekaragaman hayati yang dimiliki, Taman Nasional Betung Kerihun dan Taman Nasional Danau Sentarum, menjadi magnet yang berbeda dan tidak ditemukan di tempat lainnya.

Keramahan penduduk serta pelestarian adat istiadat yang masih kental, menjadikan Kabupaten Kapuas Hulu salah satunya destinasi yang wajib untuk dikunjungi. Apalagi Kabupaten Kapuas Hulu telah ditetapkan sebagai Kabupaten Konservasi.

Nah agar kenikmatan dan keindahan alam dapat anda rasakan langsung menyatu di Bumi Uncak Kapuas, salah satunya wujud kepedulian dan pengembangan olahraga bersepeda, West Borneo Tourism Association menggagas gelaran akbar bagi para pecinta olahraga bersepeda.

Rute yang dipilih adalah Kabupaten Kapuas Hulu. Kabupaten Kapuas Hulu semakin terkenal sejak Presiden Jokowi menggunggah vlognya mengenai pembangunan jalan yang mulus dari Kota Putussibau hingga ke perbatasan di Badau dengan Malaysia usai meresmikan Pos Pintu Lintas Batas Badau.

“Kegiatan bersepeda ini menjadi bentuk penguatan kepariwisataan melalui diversifikasi kegiatan, untuk turut mempromosikan Heart of Borneo sebagai wilayah konservasi dunia yang bermanfaat bagi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim sekaligus menjadi sarana peningkatan ekonomi masyarakat sekitar,” kata Asisten Deputi Tata Kelola Kehutanan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua Pokja Nasional Heart of Borneo, Prabianto Mukti Wibowo, saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (17/8)

Menurutnya, konsep dan prinsip ini menjadi kampanye penyadartahuan masyarakat tentang olahraga bersepeda bagi kesehatan dan perilaku ramah lingkungan.

Caranya, dengan jalan mengeksplorasi tempat-tempat wisata alam seperti Danau Sentarum sebagai destinasi wisata unggulan di Kapuas Hulu.

Selain itu, upaya ini juga menjadi ajang kampanye penurunan pemanasan global yang dianggap salah satu solusi dalam mengurangi penggunaan kendaraan bermotor penghasil karbon.

“Ini menjadi bagian dari upaya mendukung program Pemerintah Indonesia dalam mengampanyekan penurunan pemanasan global,” jelas dia.

Bersepeda sembari menikmati dan merasakan sejuknya udara di kawasan Jantung Borneo yang masih asri.

Kegiatan ini terbuka secara umum bagi para pecinta bersepeda di Kalimantan Barat, Indonesia, maupun manca negara.

Bersepeda di batas negeri ini diagendakan menjadi salah satu cara mempromosikan kegiatan bersepeda, mengampanyekan budaya hidup hemat energi, sekaligus mempromosikan aset wisata, khususnya yang ada di wilayah Kalimantan Barat.

Dalam peluncuran kegiatan Bersepeda di Jantung Borneo 2017, gelaran tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2017 sebagai rangkaian acara Festival Danau Sentarum Betung Kerihun 2017 untuk yang ketiga kalinya.

Kabupaten Kapuas Hulu menjadi lokasi yang tepat karena selaras dengan statusnya sebagai Kabupaten Konservasi, Kawasan Strategis Nasional (KSN) Heart of Borneo (HoB), Kawasan Perbatasan Negara, serta Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Kapuas Hulu sejak 2005 juga telah mencanangkan diri sebagai destinasi ekowisata di Kalimantan Barat.

Bersepeda Bukan Sekadar Olah Raga

Sementara Sekretaris West Borneo Tourism Association, Roni Wang, mengatakan, rute yang dilalui dimulai dari Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau merupakan jalan antar-negara (Indonesia-Sarawak/Malaysia) dan berakhir di Bukit Kedungkang (Lanjak), Kabupaten Kapuas Hulu.

“Jaraknya sekitar 65 kilometer, dengan kondisi perbukitan,” kata Roni saat ditemui di warung kopi di Jalan Gajahmada, Pontianak.

Menurut Roni, bersepeda saat ini tidak hanya menjadi tren dalam berolahraga, namun dapat menjadi ajang silahturahmi dan sosialisasi beragam kalangan.

Termasuk sebagai media promosi pariwisata daerah serta menggalang kecintaan terhadap tanah air yang sangat kaya akan keberagaman flora fauna dan budaya di sepanjang perbatasan negeri.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kapuas Hulu, Antonius mengapresiasi agenda para pesepeda ini.

“Kami mendukung serta menyambut baik kegiatan bersepeda yang mengambil jalur perbatasan di daerah Kapuas Hulu,” ujar dia.

Menurut Antonius, agenda ini menjadi salah satu upaya bersama dalam mempromosikan destinasi wisata yang ada di Kapuas Hulu. Dengan demikian, diharapkan dapat menyedot lebih perhatian banyak orang serta mengenal potensi-potensi wisata yang ada dan kemudian berkunjung ke Kapuas Hulu.

“Apalagi Kapuas Hulu saya rasa memiliki trek sepeda gunung yang layak untuk menggelar event internasional, karena selain memiliki corak budaya yang kental, kuliner dan alam nya yang masih asri dan bersahabat, juga sangat mendukung untuk itu,” pungkas dia.(das)