Site icon Reportase News

BI NTT Musnahkan Rp 2 Triliun Uang Lusuh Setiap Tahun

Ilustrasi, Uang lusuh

Kupang, reportasenews.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah NTT setiap tahunnya selalu memusnahkan uang kertas lusuh atau tak layak edar sebesar Rp. 2 triliun.

“Rata-rata jumlah uang kertas lusuh atau cacat di Provinsi NTT yang dimusnahkan oleh Bank Indonesia pertahunnya mencapai 2 triliun rupiah,” kata Kepala Unit Pengelolaan Uang Rupiah Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia NTT, Aris Chandra Wijaya, Kamis (18/8) di kompleks Bank Indonesia NTT.

Dia mengungkapkan pada tahun 2021, Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia NTT memusnahkan Rp. 2,2 triliun uang kertas lusuh dan sudah tidak layak edar lagi.

“Tahun 2021 itu kita musnahkan Rp 2,2 triliun tapi rata-rata setahunnya di atas Rp 2 triliun,” kata Aris.

Dijelaskannya, hingga pertengahan semester pertama tahun 2022 ini, sudah lebih dari Rp. 1,5 triliun uang kertas tidak layak edar yang telah dimusnahkan Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia NTT.

Aries juga menjelaskan proses pemusnahan akan diawali  dengan pemeriksaan oleh mesin khusus untuk penentuan uang lusuh.

“Uang yang masuk ke Bank Indonesia kita olah menggunakan mesin canggih dan mesin-mesin ini yang memilah sesuai dengan ketentuan kelusuhan yang ditetapkan Bank Indonesia,” jelasnya.

Mesin tersebut yang nantinya  menentukan tingkat kelusuhan uang kertas sebelum dinyatakan tidak layak edar. Setelah itu baru dilakukan pemusnahan.

Dia menegaskan, uang yang beredar di masyarakat harus dalam kondisi laik edar. Sehingga jika ada yang sudah terlalu lusuh akan segera ditarik dan dimusnahkan.

Menurut Aris, untuk pecahan uang kertas Tahun Emisi 2022 yang baru diluncurkan, Kamis (18/8), akan lebih bertahan lama.  “Uang yang baru beredar ini lebih tahan sehingga tidak mudah lusuh dan tentunya akan lebih lama masa edarnya,” ujar Aris.

“Makanya ada uang baru ini dengan durabilitasnya lebih baik maka akan lebih lama masa edarnya di masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, menjelaslan tujuh pecahan uang kertas yang baru diluncurkan hari ini akan lebih bertahan lama masa edarnya dibandingkan dengan uang yang telah ada sebelumnya.

“Terdapat tiga aspek inovasi penguatan Uang tahun emisi 2022 yaitu desain warna yang lebih tajam, unsur pengamanan yang lebih andal, lalu ketahanan bahan uang yang lebih baik,” sebut Nyoman. (eba)

Exit mobile version