Menu

Mode Gelap
Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Dwikora Pontianak Mulai Padat

Daerah · 6 Des 2023 15:52 WIB ·

Bikin Bangga, Siswi SMA Tebo Jambi Jadi Pembicara Pertemuan internasional Perubahan Iklim di Dubai


					Bikin Bangga, Siswi SMA Tebo Jambi Jadi Pembicara Pertemuan internasional Perubahan Iklim di Dubai Perbesar

Jambi, reportasenews com –  Nasywa Adivia Wardana, siswi kelas XI SMAN 2 Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi tampil menjadi pembicara pada pertemuan internasional perubahan iklim di Dubai, Uni Emirat Arab yang berlangsung 30 November hingga 12 Desember 2023.
Bagi Nasywa, berbicara di forum internasional yang dihadiri oleh para pemimpin dunia guna membahas perubahan iklim merupakan pengalaman yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.

“Ini merupakan pengalaman paling tinggi saya ikut jadi pembicara pada ajang pertemuan internasional di Dubai, bersama petinggi negara yang hadir pada pertemuan tahunan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang perubahan iklim atau Conference of Parties-United Nation Framework Convention on Climate Change (COP-UNFCCC) ke-28,” kata Nasywa melalui keterangan resminya yang diterima di Jambi, Rabu, (06/12/23) dikutip dari antaranews.com.Dalamn pertemuan tingkat tinggi tahunan itu berkumpul para pemimpin dunia guna membahas penanganan perubahan iklim, di tengah keadaan iklim dunia semakin sulit untuk dikendalikan, dimana salah satu yang menjadi pembicara adalah Gubernur Jambi Al Haris.

Tak hanya para pemimpin dunia, konferensi ini juga dihadiri oleh pelaku usaha tingkat dunia, ilmuwan, termasuk para aktivis yang menaruh perhatian dan melakukan aksi dalam penyelamatan iklim dan lingkungan hidup dari berbagai belahan dunia.

Nasywa Adivia Wardana hadir pada acara itu karena dinilai mampu melakukan aktivitas berharga dalam rangka penanganan perubahan iklim bersama organisasi yang membinanya, Serikat Perempuan Indonesia (Seruni).

Posisi dan peran yang dijalani Nasywa memang jauh melampaui usianya, bersuara di forum dunia tentang perubahan iklim, sebuah isu yang tidak mudah dicerna dan diterima oleh anak seusianya. Keberanian dan kepekaan sosialnya tentu tidak lahir begitu saja. Lingkungan alam dan manusia tempat dia tumbuh sejak kecil adalah salah satu faktor yang berpengaruh kuat atas pembentukan karakter Nasywa.

Nasywa juga berkesempatan menjadi salah satu pembicara termuda (16 tahun) mewakili Indonesia di COP28 Women and Gender Pavilion Session, bertajuk Young and Fearless the Powerfull Voices of Young Women Environmental Ringht Defenders.

“Sejak kecil saya sudah menjadi korban bencana kabut asap di Pulau Sumatera, khususnya di Provinsi Jambi dan tinggal di rumah berbulan-bulan ditemani masker dan tabung oksigen serta tidak bisa ke sekolah dan bermain dengan kawan sebaya.” kata Nasywa.

Dia menuturkan setiap hari dirinya mendengarkan tentang kabut asap akibat kebakaran lahan gambut dan hutan untuk perkebunan besar kelapa sawit secara berulang-ulang, sehingga ia dan anak-anak lainnya juga sering terlibat aksi menuntut penanganan kabut asap, melakukan pelayanan terhadap korban asap, menulis puisi dan tampil menyanyikan lagu-lagu tentang alam.

Di usia remaja, Nasywa mulai terlibat dalam perjuangan dan kegiatan pemulihan lingkungan hidup secara langsung. Hingga akhirnya memutuskan tinggal dan melanjutkan sekolah di pedesaan, terlibat serta membangun taman ekologis Rivera Park di Kabupten Tebo, mengubah tanah dan sungai yang rusak akibat pertambangan emas tradisional menjadi salah satu destinasi wisata andalan di Provinsi Jambi.

Nasywa juga aktif mempromosikan penanaman tanaman pangan organik yang ramah lingkungan. Ia merasakan perjuangan pemulihan lingkungan hidup itu tidak mudah. Dukungan pemerintah yang terbatas terhadap pembangunan ekowisata, terbatasnya penghidupan ekonomi dan pengetahuan masyarakat, sehingga masih bergantung hidup, mau tidak mau, dari produksi yang merusak lingkungan adalah tantangan tersendiri.

Kehadirannya di COP28 Dubai adalah suatu kebanggaan. Semakin mengukuhkan perhatiannya pada dunia aktivis, terutama dalam isu lingkungan hidup dan keadilan gender. Dia mengaku matanya semakin terbuka melihat dunia, penderitaan yang dia alami juga dirasakan oleh jutaan remaja dan perempuan di seluruh dunia.(bud)

Komentar
Artikel ini telah dibaca 97 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

780 TPS Akan Lakukan Pemungutan Suara Ulang

21 Februari 2024 - 16:20 WIB

Diduga Kelelahan, Penyelenggara Pemilu di Situbondo Dilarikan ke Rumah Sakit

21 Februari 2024 - 16:03 WIB

AHY dan Hadi Tjahjanto Dilantik Jadi Menteri ATR/BPN dan Menkopolhukam

21 Februari 2024 - 14:10 WIB

Dua Anak Bupati di Jambi Diprediksi Bakal Melenggang Menuju Kursi DPRD Provinsi

21 Februari 2024 - 12:04 WIB

Tawuran Dua Kelompok Gangster di Jambi, Satu Orang Tewas Terkena Sajam

21 Februari 2024 - 11:28 WIB

Beli Dua Mobil Pakai Cek Kosong, Warga Situbondo Ditangkap

20 Februari 2024 - 20:36 WIB

Trending di Daerah