Menu

Mode Gelap
Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Dwikora Pontianak Mulai Padat

Internasional · 27 Okt 2016 10:53 WIB ·

Bisakah Sistem Pemilu AS “Dikadalin” Hacker?


					Mesin voting elektronik pemilu di Amerika / Google Perbesar

Mesin voting elektronik pemilu di Amerika / Google

AMERIKA, REPORTASE: Waktu pemilu akbar pemilihan presiden Amerika dibulan depan sudah makin dekat. Kandidat terkuat Donald Trump sejak dua minggu silam berteriak-teriak keras bahwa pemilu presiden besok ini akan dicurangi, dan dirinya akan kalah karena kecurangan sistematik dalam voting yang dilakukan oleh kubu pesaingnya Hillary Clinton. Pernyataan Trump menggelitik banyak orang, khususnya yang tertarik dengan masalah keamanan sistem dalam voting pemilu. Betulkah hasil pemilu di AS itu bisa “dikadalin”? Jika memang hasil pemilu dinegara AS bisa dicurangi, lantas bagaimana caranya?

Hacker yang berdedikasi tinggi dipekerjaannya memang bisa menerobos kedalam satu sistem voting pemilu. Namun untuk mengubah secara telak hasil pemilu di AS, banyak ahli meragukan itu. Kejadian serangan hacker memang sudah dirasakan beberapa saat lalu ketika muncul masuknya serangan kepada Konvensi Nasional Partai Demokrat, lalu disertai dengan bobolnya akun email pribadi dari tokoh politik lainnya, termasuk mantan Menteri Luar Negeri Colin Powell dan para pembantunya untuk kandidat Demokrat, Hillary Clinton, akhirnya bocor ke publik.

Menurut Department of Homeland Security dan Direktur Intelijen Nasional, peretasan ini datangnya dari Rusia dan disengaja untuk mengacaukan hasil pemilu AS. Jadi datangnya serangan justru dari luar AS sendiri.

Lalu, bagaimana jika serangan hack justru datang dari orang AS? Para peneliti di perusahaan keamanan cyber Symantec baru saja membeli suara mesin voting pemilu dan menunjukkan temuan mereka untuk Vocativ. Tujuan mereka adalah untuk mencoba menjelaskan langkah apa yang hacker akan lakukan saat pemilu November besok ini di AS. Caranya cukup mudah dan murah meriah, namun bisa mengubah hasil penghitungan suara dimesin voting elektronik.

Menurut Samir Kapuria dari Symantec, hacker cukup membawa satu alat scan kartu mini seharga $ 15 saja yang akan merubah sistem code tertentu melalui perantaraan kartu voter yang akan diprogram ulang sebelum ditekan masuk kedalam mesin voting.

Karena kartu itu sudah masuk kedalam mesin, maka akan diubah semua hasil dalam voting disana. Setiap pemilih yang datang belakangan kemesin itu akan diubah hasil pilihannya. Hingga pemilih terakhir, maka mesin itu “yang sudah diracuni” oleh kode dari hacker hanya akan melakukan pilihan kepada satu kandidat pilihan si hacker. (HSG/ Vocativ)

 

[vc_row][vc_column][vc_video link=”https://youtu.be/91SqOe1NihI”][/vc_column][/vc_row]

Komentar
Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Rumah Autis di Bogor Roboh Diterjang Angin Kencang & Hujan Deras

21 April 2024 - 20:12 WIB

Hilang Saat Memancing, Riko Ditemukan  tewas di Pulau Gelam

20 April 2024 - 20:34 WIB

Dua PSK, Satu Mucikari Serta Seorang Pria Hidung Belang Diamankan Satpol PP Situbondo 

20 April 2024 - 10:03 WIB

Ratusan Santri Asal Pulau Raas Madura, Mulai Kembali ke Ponpes Situbondo

19 April 2024 - 20:19 WIB

15 Kilogram Sabu dari Malaysia Masuk Ke Kalbar, Seorang Kurir Berhasil Diringkus

19 April 2024 - 19:04 WIB

Wali Kota Binjai Amir Hamzah Mendaftar Pencalonan Bakal Calon Walikota ke Partai Demokrat

19 April 2024 - 18:52 WIB

Trending di Daerah