Menu

Mode Gelap
Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Dwikora Pontianak Mulai Padat

Daerah · 9 Des 2016 15:13 WIB ·

BNPB Prioritas Cari Korban, Dapur Umum Telah Berdiri


					Seorang warga Kab. Pidie Jaya mencari barang-barang yang masih bisa digunakan, setelah rumahnya luluh lantak. Perbesar

Seorang warga Kab. Pidie Jaya mencari barang-barang yang masih bisa digunakan, setelah rumahnya luluh lantak.

Pidie Jaya, reportasenews.com-Kepala BNPB Willem Rampangilei menyatakan prioritas yang dilakukan lembaganya masih upaya pencarian dan penyelamatan korban. Pencarian dilakukan difokuskan di tiga lokasi yaitu, ruko Merdu, Bandar Dua, dan Mobile.

“Priortas tanggap darurat sesuai arahan Presiden adalah pencarian dan penyelamatan korban. Upaya ini dipimpin oleh Basarnas dengan dukungan TNI, Polri, BPBD dan relawan,”tegasnya di Pidie Jaya.

Presiden Jokowi juga meminta BNPB, kementerian/lembaga dan Pemerintah daerah untuk melakukan pendampingan dan pemberian bantuan selama masa tanggap darurat dan pemulihan.

Kepala Staf Presiden Teten Masduki mengatakan bahwa Presiden Jokowi meminta pengurusan korban ditangani sebaik-baiknya.

“Presiden juga meminta kebutuhan logistik, obat-obatan dan lain-lainnya di pos pengungsian ditangani secara baik. Besok Presiden Jokowi akan berkunjung ke lokasi bencana untuk memastikan apa yang telah dilakukan dalam penanganan darurat,” kata Teten.

Untuk mempercepat penanganan darurat, telah dikirimkan logistik dan peralatan ke dengan menggunakan pesawat Hercules TNI-AU.

Bantuan senilai Rp 3,5 milyar berupa tenda pengungsi 20 peti, genset 2.800 watt 30 unit, velbed 100 unit, tenda gulung 1.000 unit, lauk-pauk, tikar, peralatan dapur, selimut dan lainnya. Pada Jumat (9/12/2016) akan diterbangkan kembali bantuan logistik dan peralatan ke Aceh.

Data yang dihimpun dari BNPB, total jumlah pengungsi 11.142 jiwa. Mereka tersebar di rumah-rumah saudara atau kerabatnya dan di 28 titik pos pengungsian.

Pendirian dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi para pengungsi terus ditingkatkan dengan mendirikan pos dapur umum, pos kesehatan, dan dukungan sanitasi. Terkait kebutuhan peralatan, Kemen PU telah mengerahkan 4 tangki air, 70 hidran umum, 80 MCK mobile, alat berat (loader, stonebreaker, dan eskavator) dan sebagainya.

Data sementara terdapat 10.534 unit rumah rusak, dimana 2.015 rumah rusak berat, 85 rumah rusak sedang, dan 8.434 rumah rusak ringan. 105 ruko roboh, 19 ruko rusak berat, dan 55 masjid rusak berat. Beberapa bangunan seperti kantor pemerintah, sekolah, mushola dan lainnya terdapat kerusakan.

Untuk bantuan korban, Kementerian Sosial akan memberikan santunan kepada korban meninggal Rp 15 juta/orang dan luka berat maksimal Rp 5 juta/orang. Korban luka dirujuk di beberapa rumah sakit di Banda Aceh, Sigli, Bireuen, maupun rumah sakit lapangan. (sar/pid)

Komentar
Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Harga Beras Mahal, Pemkab Situbodo Gandeng  Bulog Gelar Operasi Pasar

26 Februari 2024 - 20:39 WIB

Tak Dukung Istri Kades Jadi Caleg, Dua Ketua RT di Desa Sumberpinang Dipecat

26 Februari 2024 - 17:22 WIB

Massa Gelar Unjukrasa Tolak Hak Angket Soal Kecurangan Pemilu di  Kantor KPU Ngawi

26 Februari 2024 - 17:03 WIB

Polres Tanjab Timur Ungkap 7 Kasus Narkoba dan Amankan 12 Tersangka

26 Februari 2024 - 15:51 WIB

Permukaan Air Sungai Batanghari Kembali Naik

26 Februari 2024 - 15:09 WIB

Perkuat Jaringan, BPC HIPMI Kota Yogyakarta Jajaki Kerjasama dengan BPC HIPMI Wonosobo

26 Februari 2024 - 14:12 WIB

Trending di Daerah