Situbondo,reportasenews.com – Untuk mempercepat penanggulangan virus corona atau Covid-19, mereka mengajukan dana tahap kedua sebesar sebesar Rp 2,1 miliar. Pasalnya, anggaran Covid-19 milik BPBD Situbondo tahap pertama sebesar Rp 1,9 miliar tersisa Rp 140 juta.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Situbondo, Prio Andoko menjelaskan, pemakaian anggaran terbesar digunakan untuk biaya operasional petugas posko dan karantina. Sebab, disana memerlukan petugas gabungan seperti, TNI, Polri, Satpol PP, dan BPBD. “Seminggu bisa menelan dana Rp 80 juta,” kata pria yang akrab disapa Prio.
Menurutnya, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Kabupaten Situbondo memiliki enam posko dan empat karantina. Dalam sehari ada tiga shift penjagaan. “Pada bulan April dan Mei, pengeluaran untuk biaya transportasi petugas sebesar Rp 490 juta,”beber Priyo.
Lebih jauh Prio menegaskan, biaya untuk makan dan minum petugas selama dua bulan, sekitar 182 juta. Pembelian APD dan peralatan medis lainnya sekitar Rp 300 jutaan. “Pembelian APD membengkak karena saat itu harganya masih mahal,” kata Prio Andoko.
Prio mengatakan, pembelian dana tersebut digunakan untuk pembelian logistik untuk masyarakat, seperti pembelian masker sekitar Rp 227 juta.”Bahan pembelian disinfektan dan hand sanitizer sekitar Rp 150 juta,”imbuhnya.
Prio menambahkan, semua pengeluaran tercatat di SPJ dan dapat dipertanggungjawabkan. Bahkan, dirinya mengajukan dana tambahan tahap kedua sebesar Rp 2,1 miliar. “Saat ini Kabupaten Situbondo bersiap-siap untuk menuju New Normal,” pungkasnya. (fat)
