BREAKING NEWS : Jakarta, reportasenews.com – Ricuh Pilkada DKI putaran kedua juga terjadi di TPS 17 di Jalan Petamburan IV, Jakarta Pusat, Rabu (19/4). Seorang warga Berliana Sitorus datang ke TPS membawa KTP yang belum berbentuk E-KTP.
Kericuhan terjadi ketika warga lainnya memprotes KTP Berliana yang diduga mati alias tidak berlaku tersebut.
Berliana menyebut pada Pilkada putaran I kemarin dia dibolehkan memilih di TPS 17 ini karena namanya tercantum di DPT. Dia mengatakan, namanya telah tercantum di TPS ini nomor 223.
“Padahal nama saya sudah ada di DPT nomor 223, waktu Pilkada periode I kemarin boleh nyoblos. Tapi karena tidak sempat mengurus surat ke kelurahan pada saat periode II,” ujar Berliana.
Namun, warga lainnya memprotes dan menilai KTP ini masih berbentuk KTP lama belum E-KTP dan sudah tidak berlaku lagi. Padahal di KTP Berliana berlaku hingga 2020, sedangkan tahun 2015 merupakan tahun terbitnya.
Berliana sendiri tidak membawa Kartu Keluarga maupun surat C-6 sehingga kedua saksi dari kedua pasangam calon tidak mempersilakan Berliana untuk mencoblos.
Sedangkan, Ketua Panitia Pemungutan Suara Petamburan, Wiwin Twinarti menilai jika namanya tercantum di DPT dibolehkan walaupun KTP lama.
“KTP lama tidak diizinkan dengan saksi. Sesuai atuan main kita, selama terdaftar di DPT mereka berhak milih dengan catatan mereka bawa KTP, pasport atau KK. Tadi kan dia tidak jadi milih karena bawa KTP lama,” ujar Wiwin.
Peristiwa itu akhirnya menyulut emosi warga karena diduga membolehkan peristiwa kecurangan terjadi. Wiwin sempat diusir oleh warga dan jalan raya sekitar TPS sempat macet beberapa saat.(tan)