Menu

Mode Gelap

Hukum · 22 Okt 2021 13:00 WIB ·

Brigadir NP Dijatuhi Hukuman Penahanan Khusus dan Sanksi Disiplin Berat


					ilustrasi Brigadir NP di njatuhi hukuman disiplin terberat setelah dinyatakan bersalah melakukan tindak kekerasan terhadap seorang mahasiswa M Faris Amrullah saat mengamankan aksi unjukrasa di Tangerang beberapa waktu lalu.  (foto:istimewa) Perbesar

ilustrasi Brigadir NP di njatuhi hukuman disiplin terberat setelah dinyatakan bersalah melakukan tindak kekerasan terhadap seorang mahasiswa M Faris Amrullah saat mengamankan aksi unjukrasa di Tangerang beberapa waktu lalu. (foto:istimewa)

Jakarta,reportasenews.com – Sidang propam yang digelar Polda Banten, Kamis (21/10/21) menjatuhi hukuman berat terhadap Brigadir NP, anggota Satuan Reskrim Polresta Tangerang atas tindakannya melakukan kekerasan membanting seorang mahasiswa M Faris Amrullah saat mengamankan aksi unjukrasa di Tangerang beberapa waktu lalu.

 

Sanksi berat tersebut diputuskan dalam sidang disiplin yang digelar Polda Banten, pada Kamis, 21 Oktober 2021 kemarin. Sidang dipimpin Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro selaku atasan hukum Brigadir NP. Sebagai penuntut adalah Kasie Propam Polresta Banten.

 

Sidang juga diikuti Kabid Propam Polda Banten dan perwakilan Divisi Propam Mabes Polri. Korban, M Faris Amrullah juga ikut menghadiri secara langsung sidang disiplin.

Proses jalannya sidang disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Banten, AKBP Shinto Silitonga dalam konferensi pers yang berlangsung Kamis sore, 21 Oktober 2021. Konferensi pers juga diikuti Kapolresta Tangerang dan Kabid Propam Polda Banten.

 

Aksi kekerasan Brigadir NP terhadap M Faris Amrullah terjadi saat berlangsung aksi demonstrasi 13 Oktober 2021 di depan Kantor Bupati Tangerang, Banten. Saat itu  Brigadir NP lepas kendali dan membanting M Faris Amrullah hingga harus dirawat di rumah sakit.

 

Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga menegaskan cepatnya proses persidangan disiplin ini atas permintaan dari Kapolda Banten Irjen Pol  Rudy Heriyanto Adi Nugroho.

 

“Beliau meminta ada percepatan proses penegakkan hukum terhadap oknum Brigadir NP, maka Bidpropam Polda Banten bergerak cepat untuk bisa menyelesaikan pemberkasan terhadap Brigadir NP,” kata Kabid Humas Polda Banten.

“Keputusan ini adalah representasi ketegasan Bapak Kapolda Banten dalam menindaklanjuti pelanggaran anggota secara cepat, efektif dan transparan dan berkeadilan,” tambahnya.

 

Persidangan berlangsung setelah penyidik dari Propam Polresta Tangerang dan Polda Banten melakukan serangkaian pemeriksaan pada Brigadir NP. Sedangkan pemberkasan terhadap korban, M Faris Amrullah berlangsung Selasa, 19 Oktober 2021. (Tjg)

 

Dalam persidangan tersebut, Kasie Propam Polresta Tangerang membacakan fakta-fakta yang memberatkan. “Brigadir NP melakukan tindakan eksesif dan di luar prosedur. Tindakan Brigadir NP tidak mengindahkan perintah atasan sehingga menimbulkan korban. Tindakan itu dapat menjatuhkan nama baik Polri,” tuntut Kasie Propam sebagaimana disampaikan Kabid Humas dalam konferensi pers.

 

Sementara itu pendamping Brigadir NP membacarakan hal-hal yang meringankan. Brigadir NP disebut kooperatif dengan langsung mengakui dan menyesali perbuatannya. Ia juga secara langsung  meminta maaf pada korbannya di hari kejadian.

 

Hal meringankan lainnya, Brigadir NP dalam masa pengabdian 12 tahun aktif mengungkap kasus kejahatan konvensional seperti kasus pembunuhan. Dalam 12 tahun masa pengabdian, tidak ada catatan kode etik, disiplin dan kasus pidana.

 

“Brigadir NP selama masa penahanan, kooperatif kepada kita dan kepada yang melakukan pemeriksaan,” tutur AKBP Shinto Silitonga.

 

Setelah mendengar tuntutan dan pembelaan, pimpinan sidang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro kemudian membacakan putusan sidang. Brigadir NP disebut telah sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran disiplin anggota Polri.

 

Maka sesuai Peraturan Pemerintah no 2 tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri, Brigadir NP dijatuhi sanksi terberat. Sanksi tersebut adalah dilakukan penahanan di tempat khusus selama 21 hari.

 

“Brigadir NP dimutasikan sebagai Bintara Polresta Tangerang. Mutasi ini bersifat demosi, bukan promosi, sebagai bintara Polresta Tangerang. Bintara dalam masa hukuman tidak diberikan penugasan dan kewenangan apapun,” kata AKBP Shinto. Brigadir NP sebelumnya adalah anggota satuan Reskrim Polreta Tangerang.

 

Tak hanya itu, Brigadir NP dijatuhi sanksi berupa teguran tertulis. Dengan teguran ini, secara adminsitrasi, NP akan tertunda kenaikan pangkatnya bahkan menjadi kendala dalam mengikuti pendidikan di kepolisian. “Ini adalah sanksi terberat disiplin”, ujar AKBP Shinto.(*)

Komentar
Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Gadis Dibawah Umur Dianiaya Rekan Kerja Lantaran Tak Terima Dipanggil Babu

29 November 2021 - 23:08 WIB

Pasutri Asal Balaikarangan Jual Narkoba di Pontianak, Dibekuk Polisi

29 November 2021 - 20:56 WIB

Propam Polres Situbondo, Akan Lakukan Penyelidikan Mobil Patroli Tabrak Bocah 7 Tahun 

29 November 2021 - 16:07 WIB

Polda Banten akan Gelar Swab Test di Pos Pengamanan Nataru

29 November 2021 - 13:40 WIB

Kemenkes: Penerapan PPKM Level III untuk Lindungi Masyarakat dari Ancaman Gelombang Ketiga

29 November 2021 - 12:42 WIB

Antisipasi Varian Baru Omicron Masuk, Pemerintah Perketat Pintu Masuk Internasional

29 November 2021 - 12:25 WIB

Trending di Kesehatan