Menu

Mode Gelap
Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Dwikora Pontianak Mulai Padat

Nasional · 5 Des 2016 13:55 WIB ·

Buni Yani Praperadilkan Kapolri dan Kapolda


					Buni Yani (kanan) tersangka dugaan kasus penyebaran informasi (Foto: Tam) Perbesar

Buni Yani (kanan) tersangka dugaan kasus penyebaran informasi (Foto: Tam)

JAKARTA, REPORTASE– Buni Yani, tersangka dugaan kasus penyebaran informasi yang menimbulkan permusuhan terhadap perseorangan atau kelompok berdasarkan SARA, mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (05/12), siang.

Gugatan praperadilan ditujukan kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) cq Kapolda Metro Jaya, dan Dirkrimum Polda Metro Jaya dengan nomor registrasi 147/Pid.Prap/2016 PN Jakarta Selatan.

“Saya beserta tim kuasa hukum mendampingi Pak Buni Yani melakukan perlawanan secara hukum. Kami akan sampaikan gugatan permohonan praperadilan soal penetapan Pak Buni sebagai tersangka juga proses penangkapan yang dilakukan Polda Metro Jaya,” kata Aldwin Rahadian, Kuasa Hukum Buni Yani di PN Jakarta Selatan, Jalan Ampera, Cilandak, Jakarta Selatan.

Aldwin menjelaskan, alasan praperadilan tersebut karena ada hal yang tidak lazim menyangkut prosedur dan hukum acara ketika penangkapan dan penetapan status tersangka kepada Buni Yani.

“Kami menganggap ini ada hal yang terlewati menurut KUHAP juga Peraturan Kapolri. Jadi kemudian ini yang akan kami mohonkan,” kata Aldwin.

Unoto Dwi Yulianto, kuasa hukum Buni Yani lainnya mengatakan bahwa nama kliennya sebagai saksi tidak ditulis dalam surat perintah penyidikan (sprindik) sebagai dasar hukum pemanggilan.

“Kami menganggap bahwa tidak ada perbuatan melawan hukum terkait yang dilakukan Pak Buni Yani. Terkait dengan status tersangka, ada proses bahwa ketika Pak Buni Yani diperiksa sebagai saksi beberapa saat kemudian langsung ditangkap sedangkan proses pemeriksaan sebagai tersangka belum dilakukan,” ujar Unoto.

Oleh karena itu, kata Unoto, penangkapan dilakukan terlebih dahulu sebelum proses pemeriksaan.

Sementara itu Buni Yani mengaku, apa yang dilakukan tidak salah, dan hanya sebatas mengkritisi video Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok. “Apa yang saya lakukan masih dilindungi UU kok menyampaikan pendapat. Toh saya mengkritik, bukan menebar kebencian,” tegas Buni.

Sebelumnya, penyidik menetapkan tersangka terhadap Buni Yani yang dijerat Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman maksimal enam tahun penjara dan atau denda maksimal Rp1 miliar, terkait dugaan penyebaran informasi yang diduga menebarkan kebencian (SARA). (Tam)

Komentar
Artikel ini telah dibaca 9 kali

Baca Lainnya

Coblos Surat Suara Sisa, Petugas KPPS Jambi Dipidana

24 Februari 2024 - 22:57 WIB

Cabuli Anak Tirinya, Pria 40 Tahun di Bondowoso Ditangkap

24 Februari 2024 - 17:45 WIB

Menparekraf Sandiaga Uno Apresiasi Perayaan Cap Go Meh Singkawang 2024

24 Februari 2024 - 17:13 WIB

Subhanallah, Pria di Situbondo Meninggal Saat Sujud Shalat Ashar Berjamaah di Masjid

24 Februari 2024 - 06:40 WIB

Bupati Karna Suswandi, Panen Raya Padi BK 01

23 Februari 2024 - 21:01 WIB

Pemkab Situbondo Segera Cairkan Honor Ribuan Linmas yang Tertunda

23 Februari 2024 - 17:58 WIB

Trending di Daerah