Situbondo, reportasenews.com-Prihatin dengan kondisi jalan di Jalur Pantura Situbondo, Jumat (10/2) puluhan santri dan sejumlah elemen masyarakat lain di Kabupaten Situbondo turun ke jalan. Mereka melakukan bersih-bersih di sejumlah titik jalan raya pantura yang dinilai rawan terjadi genangan.
Selain itu, Bupati Situbondo H Dadang Wigiarto SH juga turun jalan bersama para santri dari beberapa pondok pesantren (Ponpes) di Kabupaten Situbondo. Bahkan, Bupati Dadang Wigiarto, juga ikut membantu melakukan penambalan ruas jalan raya berlubang, yang dinilai rawan menjadi pemicu laka lantas.
“Kegiatan ini merupakan inisiatif para santri untuk melakukan perbaikan jalan rusak secara mandiri. Sehingga dengan inisiatif tersebut Pemkab Situbondo juga turun ke jalan. Sebab, saya khawatir yang dikerjakan tidak efektif. Misalnya hanya ditimbun dengan tanah, atau dikasih tanda pohon pisang. Makanya, saya juga ikut turun ke jalan untuk memperbaiki jalan yang rusak,” kata Bupati Situbondo, H Dadang Wigiarto, Jumat (10/2).
Pantauan Reportasenwes.com di lapangan, selain para santri dari sejumlah Ponpes di Kabupaten Situbondo, namun kegiatan bersih-bersih dan memperbaiki jalur pantura rusak juga diikuti sejumlah elemen masyarakat di Situbondo. Seperti Gerakan Pemuda (GP) NU Ansor, Komunitas Solawat Nariyah dan LPM Gerakan Merangkul Rakyat Kecil (Merak) Situbondo.
Kegiatan yang dipantau langsung oleh Bupati Situbondo H Dadang Wigiarto itu salah satunya dilakukan di dekat persimpangan Jalan WR Soepratman dan Jalan PB Soedirman. Pasalnya, di jalur tersebut kondisi jalan banyak berlubang dan bergelombang, ruas jalan itu juga kerap terdapat genangan air setiap turun hujan.
” Kegiatan bersih-bersih ini juga serentak dilakukan di 14 Kecamatan di Situbondo yang memiliki jalur pantura. Pemkab Situbondo mempunyai inisiatif untuk memfasilitasi dengan peralatan dan aspal. Sehingga perbaikan jalan yang dilakukan bisa lebih bermanfaat,” beber Bupati Dadang Wigiarto.
Selain memperbaiki jalan rusak, kegiatan ini juga diarahkan dengan membersihkan saluran drainase di tepi jalan dan memangkasi dahan-dahan pohon yang mengarah atau condong ke jalan raya
Sebab, di musim penghujan seperti sekarang, saluran drainase dan pohon dinilai cukup rawan memicu terjadinya bencana. Banyak masyarakat umum yang akhirnya ikut berbaur dalam kegiatan bersih-bersih bersama bupati dan para santri tersebut.
Salah seorang santri yang ikut dalam kegiatan bersih-bersih dan perbaikan jalan mengatakan, dirinya merasa prihatin dengan kondisi jalan di jalur pantura Situbondo yang diketahui banyak yang berlubang.
” Kami hanya mencari ridho Allah. Sesuai yang diajarkan para kiai kami, akhlak santri itu di antaranya harus menyingkirkan apa saja yang bisa mengganggu jalan, seperti duri atau batu. Lubang jalan ini kan juga mengganggu,” ujar Agus Nurlaili, salah seorang santri.
Sementara itu, Gatot Siswoyo PLT Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Pemkab Situbondo mengatakan, perbaikan jalan berlubang di sepanjang Jalur Pantura Situbondo juga terus dilakukan. Hari ini, Balai Besar Jalan Nasional (BBJN) Wilayah V kembali menurunkan seberat 80 ton aspal untuk menutupi jalan berlubang di Situbondo.
“Jalur pantura Situbondo ini panjangnya 110 KM, tidak mungkin selesai hari ini. Perbaikan jalan berlubang itu akan terus dilakukan. Bahkan sejak beberapa hari ini, BBJN Wilayah V sudah mulai melakukan penambalan jalan berlubang, namun tarjetnya dalam minggu perbaikan jalan berlubang harus selesai,”pungkas Gatot Siswoyo.(fat)
