Menu

Mode Gelap

News Feed · 26 Mar 2018 06:00 WIB ·

Christopher Wylie si Pembongkar Pembobolan Data Facebook


					Christopher Wylie si Pembongkar Pembobolan Data Facebook Perbesar

Amerika, reportasenews.com – Christopher Wylie mendadak meroket namanya di kancah dunia akibat nyanyiannya membongkar skandal membongkar pembobolan data Facebook untuk kepentingan salah satu firma analisis data bernama Cambridge Analytica, bekas tempatnya bekerja.

Data pengguna Facebook itulah yang dipakai untuk dipakai sebagai perang psikologis di dunia maya memenangkan pamilu capres Trump di AS.

Tahun 2014, Christopher Wylie yang masih mahasiswa bekerja di firma ini dan memperoleh fakta mengejutkan jika data pengguna Facebook dipakai secara ilegal untuk kepentingan klient tertentu.

Sebelum bekerja dengan Cambridge Analytica, Wylie bekerja untuk Alexander Nix, di Strategic Communication Laboratories (SCL), yang merupakan lembaga spesialis pemilu.

Ujung pangak kehebohan ini adalah, setahun sebelumnya yakni 2013 dia bekerja kepada salah satu tokoh kawakan Steve Bannon, editor BreitBart News Networking yang kemudian menjadi CEO tim kampanye Donald Trump pada pemilu Amerika Serikat (AS) tahun 2016. Bannon dikenal sebagai pengkut garis white supremacy dan anti imigran kulit berwarna.

Ia kemudian membuat kantor palsu di Cambridge, mendatangkan rombongan dari London setiap Bannon berkunjung, demi mengesankan Bannon jika lembaga mereka beroperasi berlandaskan akademisi. Jantor itulah yang kemudian menjadi markas Cambridge Analytica.

Tahun 2014, Wylie bertemu dengan pakar IT bernama Aleksandr Kogan di Universitas Cambridge. Kogan memberikan cara tercepat, termurah, dan berkualitas untuk memanen data pengguna Facebook.

Aleksander mengaku mempunyai aplikasi khusus “thisisyourdigitallife” di Facebook yang akan memberikan akses potong jalur untuk mengintip dari data pengguna dalam aplikasi tersebut, tetapi juga jaringan teman para pengguna aplikasi.

“Gampangnya, jika Anda menggunakan aplikasi tersebut, Saya tidak hanya akan bisa melihat profil Anda saja, tapi juga teman-teman Facebook Anda”, jelas Wylie seperti dilansir dari The Guardian.

Aplikasi milik Aleksander Kogan hanya diunduh 270.000 pengguna Facebook, namun dapat mengeruk puluhan juta data pengguna. Wylie menyebutkan hanya perlu dua hingga tiga bulan untuk memanen 50 hingga 60 juta data pengguna.

Seluruh data ini lantas dipakai oleh dia dan Steve Bannon untuk memenangkan pemilu capres kepada pihak Donald Trump. Bahkan dikabarkan juga dipakai untuk mempengaruhi pemilu dinegara lain seperti Uni Eropa.

Menurutnya, Steve sangat ambisius karena dirinya meyakini untuk mengubah politik, harus mengubah dulu budayanya, karena politik mengalir dalam budaya. Lantas untuk mengubah budaya, maka ubahlah masyarakatnya.

“Jika Anda ingin mengubah masyarakat, hancurkan dulu. Setelahnya, kumpulkan pecahan tersebut menjadi masyarakat baru sesuai visi Anda”, sebut mahasiswa PhD jurusan fashion trend forecasting ini.

Wylie kemudian merancang Psychological Operation (Psyop), sebuah operasi untuk menyampaikan informasi tertentu, mempengaruhi emosi audiens, memotivasi dan memberikan alasan objektif.

Untuk menjajaki pemilih, mereka mengumpulkan data banyak orang untuk membangun profil psikologisnya.

“Kami menargetkan mereka bukan sebagai pemilih, namun sebagai personal politik”, jelas Wylie.

Setelahnya, tim kreatif, desainer, videografer, dan fotografer membuat konten yang akan dikirim ke target-dalam hal ini adalah para calon pemilih- yang disebar ke internet.

Tim ini menciptakan situs, blog, dan konten apapun, selama target bisa mudah mencarinya, mengkliknya, lalu membiarkan mereka masuk semakin dalam ke konstruksi yang dibangun melalui psikologi. (Hsg)

Komentar

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Hindari Tabrakan, Truck Box Terguling di Jalur Pantura Situbondo

12 Juni 2024 - 21:13 WIB

18 Ruko di Pasar Sambas Terbakar Hebat

12 Juni 2024 - 20:43 WIB

Tak Bayar Uang Sewa 6 Unit Mobil Rental Rp133 juta, Kades Bungatan Situbondo Dipolisikan

12 Juni 2024 - 19:48 WIB

Banting Setir Bakul Wedus Idul Adha, Dulu Wartawan Media Online di Madiun

12 Juni 2024 - 19:44 WIB

Bandar Narkoba Diciduk di Penginapan Mekar Sari

12 Juni 2024 - 18:48 WIB

Satgas Pamtas RI-Malaysia Gagalkan Penyelundupan Sisik Trenggiling

12 Juni 2024 - 18:41 WIB

Trending di Daerah