Pasuruan, reportasenews.com – Cuaca ekstrem dan tak menentu yang terjadi sejak sepekan ini, menimbulkan ombak tinggi disertai hujan badai dan angin kencang di perairan Pasuruan, Jawa Timur, para nelayan tradisional tetap saja melaut, meski hanya di pinggiran saja. Mereka tetap melaut untuk mencari nafkah bagi anak dan keluarganya, seperti yang dilakukan nelayan di wilayah Pasuruan.
Bahkan, kalangan nelayan asal Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, mereka banyak yang melaut meski kondisi cuaca tak bersahabat.”Yang penting kita punya niatan Bismillah untuk mencari nafkah buat keluarga. Tapi juga harus waspada dengan kondisi cuaca, sehingga harus selalu berhati-hati,” ujar Abdul Adhim, warga sekitar, Senin (19/2/2018).
Diakuinya, kalau saat ini beberapa pihak telah menghimbau agar nelayan selalu waspada saat melaut. Namun himbauan itu terkadang membuat mereka tak gentar meski keselamatan menjadi taruhannya. Selain itu, dengan terjadinya angin kencang dan ombak merupakan tantangan tersendiri.
“Bagaimana lagi, kalau gak melaut ya harus nganggur. Tapi usaha tetap dilakukan,” katanya.
Tak hanya itu, para nelayan ini juga harus berdisiplin dan berhati-hati dan bisa menjaga keselamatan.“Kami tetap memperhatikan cuaca. Jika waktu di lautan cuaca memburuk, kami biasanya mematikan mesin, mengikuti arah angin dan ombak. Jika diterjang ombak, perahu bisa terbalik atau pecah,” ungkap Fadli, nelayan asal Panggungrejo, Kota Pasuruan, seusai pulang dari melaut.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Pasuruan, Ihsan mengatakan, saat ini kebanyakan kalangan nelayan tidak melaut dikarenakan cuaca tak menentu akhir-akhir ini.”Kalau cuaca hujan saja tidak jadi masalah. Namun kalau terjadi angin kencang disertai ombak tinggi hingga 2 meter lebih, itu yang ditakutkan nelayan. Sehingga sebagian besar mereka tidak melaut,” kata Ihsan, pada wartawan.
Untuk penuhi pesanan, sebagian nelayan juga nekat melaut lantaran banyaknya kebutuhan akan ikan di pasaran. Mereka memberanikan untuk tetap melaut hanya di pinggiran perairan Pasuruan, meski teekadang ombaknya cukup besar.”Pada saat bulan sabit ini, tinggi gelombang disertai angin cukup kencang. Nelayan sudah paham akan situasi alam seperti saat ini,” imbuh Ihsan, yang juga nelayan ini. (abd)
