Menu

Mode Gelap

Nasional · 27 Jul 2017 14:33 WIB ·

Daerah yang Dipimpin Politisi Korup Tidak Berkembang


					Ketua Institut Harkat Negeri, Sudirman Said   menjadi pembicara dalam forum Indonesian Scholars International Convention (ISIC), Rabu (26/7) di University of Warwick, Inggris. (foto istimewa) Perbesar

Ketua Institut Harkat Negeri, Sudirman Said menjadi pembicara dalam forum Indonesian Scholars International Convention (ISIC), Rabu (26/7) di University of Warwick, Inggris. (foto istimewa)

Warwick-Inggris,reportasenews.com –  Daerah yang dipimpin oleh pemimpin korup akan stagnan, sulit berkembang, bahkan cenderung menurun. Sebaliknya daerah yang dipimpin oleh pemimpin yang bersih dan progresif berhasil meningkatkan kualitas dan kapasitas SDM-nya dalam waktu singkat.

Ketua Institut Harkat Negeri, Sudirman Said  mengungkapkan hal itu saat menjadi pembicara dalam forum Indonesian Scholars International Convention (ISIC), Rabu (26/7) di University of Warwick, Inggris. Dia mencontohkan Nusa Tenggara Barat, Surabaya, serta Bantaeng adalah contoh daerah yang maju dalam waktu relative singkat karena dipimpin oleh pemimpin yang bersih dan progresif.

Karenanya Sudirman mengingatkan, jika ingin mendapatkan manfaat dari bonus demografi dalam beberapa dekade mendatang,  Indonesia perlu membangun kepemimpinan politik yang bersih.

“Kuncinya kepemimpinan politik yang bersih. Karena peran kepemimpinan politik akan menentukan derajat kesehatan, pendidikan, dan perliaku manusia Indonesia,” ujar Menteri ESDM periode 2014-2016 ini.

“Jangan lupa perilaku pemimpin juga mempengaruhi perilaku seluruh warganya,” tutur dia lagi.

Dosen Kepemimpinan PKN STAN  ini  menguraikan,  bonus demografi hanya akan menjadi beban kalau kualitas manusia Indonesia tidak mampu bersaing, baik dari sisi kualitas, kapasitas, maupun integritas.

Menurut Sudirman, persiapan menyongsong bonus demografi meliputi dia aspek besar: hilir dan hulu.  “Di hilir kita bersyukur memiliki teknokrat yang terampil, pengusaha yang terus bekerja keras, profesional di segala bidang, dan talenta-talenta terbaik yang mampu bersaing di tingjat global”.

Yang mencemaskan, lanjutnya,   adalah situasi di hulu yang merupakan pemberi warna kehidupan berbangsa bernegera.  Politik dan policy (kebijakan) kita masih belum memberi ruang bagi talenta terbaik.  Figur-figur yang memiliki beban masa lalu dari sisi integritas masih mendominasi landskap (ranah) perpolitikan nasional.

“Pemimpin politik yang bersih, mencerdaskan, dan memberi inspirasi akan membangkitkan seluruh potensi yang dimiliki bangsa ini.  Sebaliknya pemimpin korup, yang cenderung merusak tatanan, dan memberikan contoh praktik buruk akan mematikan daya kreasi, etos kerja, dan kemampuan bersaing karena masyarakat akan cenderung apatis,”  papar Sudirman di hadapan 300 lebih intelektual Indonesia dari berbagai Negara yang menghadiri forum tersebut.

Mengakhiri paparannnya,  Sudirman mengajak putra putri terbaik Indonesia, untuk bersiap menyatupadukan seluruh kekuatan meluruskan hal-hal yang salah.

“Sudah bukan waktunya lagi mendiskusikan apa yang salah, dan siapa yang salah.  Inilah menghimpun semua kekuatan yang mau berjuang untuk meluruskan kesalahan-kesalahan yang terjadi,” tandasnya.

Forum ISIC – SI dihadiri lebih dari 700 peserta, dari seluruh dunia.  Mereka terdiri atas dosen, mahasiswa S3, dan S2 yang datang dari berbagai negara di Eropa, Rusia, Timur Tengah, Afrika, dan AS.

Konferensi ini dibuka Duta Besar Indonesia untuk Inggris, RIzal Sukma.   Hadir sebagai panelis antara lain para tokoh dan pemimpin dari Indonesia. Selain Sudirman Said hadirnya juga di antaranya TGB Zainul Majdi (Gubernur NTB), Tririsma Maharani (Walikota Surbaya), dan Handry Satriago (CEO GE indonesia). (*)

Komentar
Artikel ini telah dibaca 3.852 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Pasutri Asal Balaikarangan Jual Narkoba di Pontianak, Dibekuk Polisi

29 November 2021 - 20:56 WIB

Propam Polres Situbondo, Akan Lakukan Penyelidikan Mobil Patroli Tabrak Bocah 7 Tahun 

29 November 2021 - 16:07 WIB

Polda Banten akan Gelar Swab Test di Pos Pengamanan Nataru

29 November 2021 - 13:40 WIB

Kemenkes: Penerapan PPKM Level III untuk Lindungi Masyarakat dari Ancaman Gelombang Ketiga

29 November 2021 - 12:42 WIB

Antisipasi Varian Baru Omicron Masuk, Pemerintah Perketat Pintu Masuk Internasional

29 November 2021 - 12:25 WIB

Putra Almarhum Arifin Ilham Muhammad Ameer Meninggal Dunia

29 November 2021 - 11:00 WIB

Trending di Nasional