Site icon Reportase News

Dampak Proyek Tol Paspro, Warga Desa Keluhkan Jalan Rusak

Kondisi jalan yang mengalami rusak berat akibat sering dilintasi truk proyek pembangunan jalan tol Paspro. (foto:abd)

Pasuruan, reportasenews.com – Banyaknya truk-, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, setiap harinya, menimbulkan keresahan warga sekitar. Pasalnya, sejak adanya pengerjaan tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro), jalan desa tersebut rusak berat, bahkan kondisinya makin amburadul.

Kerusakan jalan itu diperparah tonase truk yang berlebihan, ditambah dengan bersamaan cuaca ekstren dan musim hujan dengan intensitas tinggi sehingga dalam waktu singkat jalan yang jadi tumpuan warga desa ini, kondisinya banyak berlubang rata-rata berdiameter 1-meter dengan kedalaman 5-10 cm dan bergelombang hingga mencapai 4 kilometer. Tak hanya itu, seusai hujan jalananpun berubah jadi kolam dadakan.

Kondisi jalan yang makin parah tersebut, oleh warga desa ditanami pohon pisang dan diberi tanda (rambu) bagi pengendara. Hal itu dilakukan sebagai bentuk aksi kekecewaan dan protes terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan.”Kerusakan jalan desa ini sudah lama terjadi. Dulunya jalan ini mulus dan tak pernah dilewati truk-truk pengangkut sirtu,” tandas Subari, warga Desa Bandaran, Selasa (6/2/2018).

Ia menjelaskan, kerusakan makin parah sejak adanya proyek pipanisasi untuk Saluran Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan. Jalan desa ini, menjadi jalur singkat bagi sopir-sopir truk. Karena jalan Kabupaten yang biasa dilewati truk, tak dilewati lagi. Sopir truk sirtu lebih memilih jalur alternatif yakni di Desa Bandaran dan Tenggilis hingga ke bagian selatan di wilayah Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan.

Semula warga yang habis kesabarannya dengan pemandangan itu, telah bersepakat akan menutup jalan desa tersebut. Namun oleh perangkat desa setempat tak diperbolehkan dan warga diminta untuk bersabar dan akan dilaporkan.”Warga juga menagih janji salah satu ulama setempat, yang mengatakan jalan akan dibangun setelah digelarnya haul Mbah Semendi, tapi sampai saat ini tak terealisasi,” tutup Subari.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Pasuruan, Hari Aprianto membenarkan jalan-jalan di Kabupaten Pasuruan kerusakanya sudah mencapai 30 persen.”Sesuai dengan perencanaan pembangunan jalan dan prasarana lain, untuk tahun anggaran 2018 ini akan dibangun. Kami juga akan meminta perusahaan tambang ikut peduli,” beber Hari, saat di Pendopo. (abd)

Exit mobile version