Menu

Mode Gelap


					Budi Priyono Kepala Disnakertrans Kabupaten Situbondo.

Budi Priyono Kepala Disnakertrans Kabupaten Situbondo.

Dapat Pengampunan, PMI Asal Situbondo Lolos Hukuman Mati di Arab Saudi


Situbondo,reportasenews.com – Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) bernama Laila Samran asal Desa/Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo dapat pengampunan dari pengadilan Shaqra Arab Saudi, sehingga PMI berusia 40 tahunan itu lolos dari hukuman mati.

Bahkan, begitu mendapat pengampunan dari pengadilan Shaqra, pemerintah Arab Saudi langsung mendeportasi PMI bernama Laila Samran  ke Indonesia, setelah Laila menjalani hukuman dua tahun kurungan penjara, atas tuduhan memiliki ilmu santet. Pada hari  ini Kamis (19/11/2020), sesuai jadwal PMI asal Kabupaten  Situbondo bernama Laila Samran itu,  mendarat Bandara Internatsional Soekarno-Hatta, dengan menggunakan pesawat Arab Saudi Airlines.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Situbondo Budi Priyono membenarkan, jika PMI asal Situbondo dideportasi oleh pemerintah Arab Saudi, dia divonis mati oleh pengadilan Shaqra Arab Saudi, karena didakwa memiliki ilmu sihir yang mengakibatkan istri majikan anaknya sakit.

“Selain itu, berdasarkan informasi salah satunya meninggal dunia.  Konon keduanya sakit  akibat disihir oleh PMI asal Situbondo, sehingga pengadilan Shaqra Arab Saudi menjatuhkan vonis mati terhadap Laila Samran,”ujar Budi Priyono, Kamis (19/11/2020).

Pria yang akrab dipanggil Budi menambahkan, pada tahun 2018 lalu, sebetulnya pengadilan Shaqra menjatuhkan vonis mati terhadap Laila atas tuduhan memiliki ilmu santet.

Namun, atas pembelaan Kedubes RI di Jeddah, sehingga  Laila dari vonis hukuman mati. Bahkan, Laila memdapat pengampunan, sehingga Laila hanya menjalani hukuman dua tahun kurungan penjara.”Namun,  setelah PMI asal Situbondo bebas dari penjara, pemerintah Arab Saudi langsung mendeportasi Laila Samran ke Indonesia,”pungkasnya.(das)