Pasuruan, reportasenews.com – Kalangan pegiat lingkungan hidup menggelar deklarasi Perkumpulan Pegiat Lingkungan Hidup dan Kehutanan (P2LHK) di aula Sanggar Si Hijau, yang berada di Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jatim, Kamis (18/1/2018) siang. Satu tekad dengan satu tujuan kebersamaan dalam kelestarian alam ini, lantaran mereka prihatin atas kerusakan lingkungan.
Gelar kelestarian lingkungan pada masa depan ini, diwarnai dengan penanaman ribuan bibit pohon di sekitar Hutan Meliwis, di perbukitan yang berada di atas sungai Welang. Tanam bibit pohon ini dihadiri Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan, Muchaimin, Perhutani, perwakilan dari beberapa perusahaan dan kalangan pelajar.
Deklarasi satu pemahaman dan satu gerakan, yang berkoordinasi, integeritas, sinergi dan sinkronisasi, ini dilakukan lantaran para pegiat lingkungan ini menilai adanya banyaknya kerusakan lingkungan yang terjadi seperti adanya eksploitasi tambang, penggundulan hutan dan pencemaran sungai yang tak secara langsung menimbulkan bencana yang berkesinambungan.
Deklarasi yang melibatkan sekitar 34 kelompok pegiat lingkungan tersebut, secara resmi melakukan kegiatannya, setelah mereka gelar deklarasi yang dipimpin pemerhati lingkungan, Abdus Syukur. Secara organisasi perkumpulan para aktivis lingkungan ini, bisa langsung melaksanakan tugasnya untuk selalu peduli terhadap kerusakan lingkungan di Kabupaten Pasuruan.
Salah satu pegiat lingkungan, Sugiarto menyebutkan, lokasi termasuk Daerah Aliran Sungai (DAS) Welang ini dipilih karena dinilai tutupan vegetatif hampir tidak ada. “Kami telah bekerja sama dengan pihak Perhutani. Sudah ada 45 hektar lahan yang akan kami tanami selama ini, ”tandas Sugiarto, pasca deklarasi, kalangan para pegiat tersebut.
Dengan lahan seluas itu, P2LHK memasang target dapat menanam sebanyak 25 ribu batang pohon, sepanjang tahun 2018. Pohon-pohon itu akan ditanam di areal Perhutani, terutama di daerah kawasan lereng Gunung Bromo. Ditegaskan sikap ini dilakukan sebagai bentuk komitmen dan keprihatinan, menyusul makin banyaknya sumber mata air yang hilang, karena rusaknya hutan dan lingkungan.
Luasan hutan di kawasan Pegunungan Bromo mencapai sekitar 35.000 hektar (ha). Lahan seluas itu, terus menurun dan mulai kritis sejak 10 tahun ini, karena banyaknya eksploitasi tambang dan penggundulan hutan. Selain itu, ratusan disebut, ratusan hektar hutan produksi di Kabupaten Pasuruan, berubah alih fungsi, yang kerap tak dapat perhatian dari pihak yang berwenang.
Sementara itu, Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi atas deklarasi yang dilaksanakan para pegiat lingkungan ini. “Kabupaten Pasuruan punya potensi yang melimpah tentunya harus dijaga dan juga lingkungannya. Pemerintah daerah tak mampu menjaga lingkungan secara keseluruhan, sehingga adanya para pegiat ini akan bisa sinergi, “kata Irsyad, dihadapan para pegiat. (abd)
