Menu

Mode Gelap
Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Dwikora Pontianak Mulai Padat

Nasional · 22 Sep 2016 19:01 WIB ·

Demo Tuntut Pengangkatan PNS, Bidan Desa Yang Sedang Hamil Dipukul dan Diinjak Polwan


					Demo bidan desa berlangsung ricuh Perbesar

Demo bidan desa berlangsung ricuh

JAKARTA, RN.COM – Aprilia, seorang bidan yang tengah hamil, sekitar pukul 15 tadi (22/9), harus buru-buru dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta Selatan,akibat luka yang dialaminya.

Bidan asal Banten tersebut, diduga menjadi korban tindakan kekerasan seorang oknum polwan yang bertugas mengamankan aksi unjukrasa ratusan bidan desa yang berlangsung di depan kantor Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), sejak Kamis (22/9) siang tadi.

Ratusan bidan desa yang tergabung dalam Forum Bidan Desa (FORBIDES) tersebut, berunjukrasa menuntut diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Aksi unjuk rasa bidan desa ini dijaga oleh puluhan polisi wanita (Polwan).

Aksi unjukrasa semula berlansung damai, namun berubah ricuh. Aksi dorong-dorongan antara aparat kepolisian dengan pengunjukrasapun tak terhindari.

Akibat bentrokan yang tak terkendali itu, membuat beberapa bidan terjatuh, termasuk Aprilia. Dalam kondisi terjatuh, Aprilia yang tengah hamil tersebut, tampak diinjak-injak oleh seorang oknum polwan yang bertugas mengamankan aksi demo.

Aprilia yang tengah hamil enam bulan itu mengalami kesakitan, dibantu oleh rekan-rekannya sesama bidan desa. Saat itu juga Aprilia dilarikan  ke Rumah Sakit Pusat Pertamina untuk menjalani perawatan.

Aprilia dalam perawatan timmedis

Aprilia dalam perawatan timmedis

Ketua FORBIDES, Lilik Dian Ekasari mengecam tundakan kekerasan yang dilakukan oknum Polwan yang menendak dan menginjak seorang bidan, pengunjukrasa yang tengah hamil.

“Tadi rekan kami dipukul dan diinjak polwan. Anarkis menurut saya. Rekan saya lagi hamil duduk dan ditendang. Korban sekarah dirawat di rumah sakit,” kata Lilik.

Kapolsek Kebayoran Baru, Kompol Teguh Wibowo, yang baru saja dilantik menjadi Kapolsek, mengaku belum mendapat laporan perihal peristiwa tersebut.

“Saya belum tau karena saya baru dilantik jadi Kapolsek. Saya cek dulu ya. Kalau dikatakan polwan menginjak seperti itu gak mungkinlah,” ujar Kompol Teguh Wibowo, kepada reportasenews.com.(Tjg)

Komentar
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Nelayan Hamili Anak Kandung Dilaporkan ke Polisi

12 April 2024 - 21:05 WIB

Dua Rumah Milik Bapak dan Anak di Situbondo Ludes Terbakar

12 April 2024 - 19:09 WIB

Kapal Klotok Tenggelam di Sungai Kapuas,  Enam Penumpang Selamat

12 April 2024 - 13:19 WIB

Roda Depan Bermasalah, Bus Masuk Saluran Irigasi di Jalur Pantura Situbondo

11 April 2024 - 17:45 WIB

Pria Paruh Baya di Diserang Buaya Saat Mengambil Wudhu di Parit Tanjung Saleh Kubu Raya

11 April 2024 - 15:29 WIB

Lepas 300 Pemudik Bermotor, Kapolda Banten Sebut Situasi Lalu-lintas di Pelabuhan Ciwandan Berangsur Normal

9 April 2024 - 11:50 WIB

Trending di Daerah