Site icon Reportase News

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Pinyuh Mempawah

Datasemen Khusus Anti Teror Polda Kalbar melakukan penangkapan terhadap tersangka terduga teroris jaringan ISIS di jalan Jurusan Pontianak, Kelurahan Sungai Pinyuh, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah. (foto:das)

Mempawah, reportasenews.com – Tim Gabungan Resmob dan Datasemen Khusus Anti Teror Polda Kalbar dibawah Pimpinan  Ketua Satgas Densus 88 Anti Teror Kalimantan Barat, Kombes  Pol Viktor Lateka dan Komandan Satbrimob Polda Kalbar, Kombes Pol Taufiq  melakukan penangkapan terhadap tersangka terduga teroris jaringan ISIS di jalan Jurusan Pontianak, Kelurahan Sungai Pinyuh, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah.

Lokasi ini menjadi lokasi  depot air tempatnya terduga teroris ini bekerja. Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Donny Charles Go, membenarkan adanya penangkapan terduga teroris berinisial AR, namun belum dapat merincikan secara dalam tentang sejauh mana gerakan dan peran  terduga dalam organisasinya ini. “Nanti akan ada rilis beritanya. Tidak semua benar dari berita-berita yang beredar,” ujar Donny singkat.

AR (21) pemuda terduga teroris yang ditangkap tidak memberikan perlawanan.  Saat itu juga tim  densus 88 pada Jumat (5/6/2020) sekitar pukul 08.30 WIB dibantu satuan Brimob Polda Kalbar, Reskrim Polres Mempawah, dan Inafis Polda Kalbar melakukan pengeledahan di salahsatu rumah kakek AR yang terletak di Gang Seroja Indah Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah. Saat pengeledahan, petugas didampingi oleh Lurah Sungai Pinyuh dan Wakil Ketua RT setempat.

Kedatangan puluhan petugas dengan bersenjata api lengkap dan mobil Jihandak menyambangi kediaman orangtua AR. Petugas bergerak cepat agar tidak menimbulkan perhatian warga setempat dan terjadi kerumunan.

Meski telah berupaya bergerak cepat, namun warga terlanjur menyemut di lokasi sehingga puluhan petugas Satlantas Polres Mempawah diterjunkan mengurai kemacetan yang terjadi di sekitar lokasi pengeledahan.

Penangkapan ini membuat warga heboh, terutama keluarga AR yang shok usai AR dibawa kepolisian bersenjata lengkap

Diketahui, AR hanya mengenyam pendidikan pendidikan sekolah menengah atas (SMA) namun pendidikannya putus di tengah jalan. Namub AR secara otodidak, bisa menguasai empat bahasa, yakni Indonesia, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Thailand.

AR di kalangan keluarga, juga dikenal sosok pendiam dan tertutup. Diduga AR tergoda dan kemudian mengikuti setelah sering berkomunikasi di media sosial pada akun miliknya.

Usai ditangkap, AR selanjutnya dibawa tim Gabungan Resmob, Densus, Inafis dan Reskrim Mempawah ke Polsek Sungai Pinyuh untuk dilakukan pemeriksaan awal.

Protokol kesehatan Covid 19 seperti  rapid tes oleh Satgas Covid 19 dijalani terduga AR, selanjutnya AR di bawa ke Mako Brimob di Pontianak dengan barang bukti sejumlah barang milik AR terduga teroris. (das)

Exit mobile version