Situbondo,reportasenews.com – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berlokasi di Desa Wringinanom, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, dikeluhkan para pengendara sepeda motor dalam sepekan terakhir ini.
Pasalnya, pada siang hari bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dibilang habis, sedangkan pada malam hari justru terjadi antrian kendaraan mobil tua di SPBU Panarukan, Situbondo, yang diduga para pengecer BBM jenis premium.
Selain setiap malam terjadi antrian puluhan mobil tua buatan tahun 1980 hingga 1990-an. Namun puluhan sepeda motor jenis Suzuki THunder juga antri di pelataran SPBU yang berlokasi tepat di sebelah timur tugu 1.000 Kilometer Anyer-Panarukan, Situbondo, Jawa Timur.
Akibat adanya antrian puluhan mobil dan puluhan sepeda motor Suzuki Thunder di SPBU Panarukan, yang diduga para pengecer BBM jenis premium, para pengendara sepeda motor banyak yang beralih untuk membeli BBM jenis pertalite, sebagian pengendara sepeda motor yang lain justru membeli premium di kios di pinggir jalan.
Rendi (35), salah seorang pengendara sepeda motor asal Desa Wringinanom, Kecamatan Panarukan, Situbondo mengatakan, pihaknya menyayangkan pelayanan di SPBU Panarukan. Sebab, pada siang hari BBM jenis premiun dibilang habis, namun pada malam hari justru banyak mobil tua dan sepeda motor Suzuki Thunder, yang diduga pengecer premium antri di SPBU.
“Antrian kendaraan mobil dan sepeda motor Suzuki Thunder di SPBU Panarukan, yang diduga seorang pengecer premium, justru terjadi dalam sepekan terakhir ini,”ujar Rendi, Minggu (14/6/2020).
Menurutnya, meski dalam sepekan terakhir ini, para karyawan SPBU Panarukan, Situbondo menjual BBM jenis premium kepada para pengecer, dengan mobil tua dengan tangki besar dan sepeda motor Suzuki Thunder.”Namun, hingga kini, belum ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum. Padahal setiap malam, terjadi antrian mobil tua dan sepeda motor Suzuki Thunder, yang diduga pengecer BBM jenis premium,”bebernya.
Dikonfirmasi terpisah, Suherman selaku pengawas SPBU Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Situbondo mengatakan, pelayanan untuk para pembeli BBM jenis premium itu memang dilakukan dengan sistem buka tutup. Selain itu, juga tergantung adanya stok atau pengiriman premium dari Pertamina.
“Untuk pembeli umum dibuka pada sore hari, sedangkan khusus untuk pengecer dilakukan pada malam hari, yakni mulai jam 24.00, Namun, saya minta kepada operator untuk mendahulukan pembeli umum, sebelum melayani pengecer,”ujar Suherman, saat dihubungi melalui ponselnya.
Herman menambahkan, SPBU Panarukan, Situbondo melayani semua pembeli, siapapun yang membeli pasti akan dilayani oleh para karyawan.”Jadi tidak benar para karyawan SPBU hanya menjual BBM jenis premium kepada para pengecer,”pungkasnya. (fat)
