Menu

Mode Gelap

Daerah · 26 Mei 2024 19:14 WIB ·

Dikeroyok Puluhan Pelajar, Siswa MTS di Situbondo Meninggal


					Korban MF, saat menjalani rawat inap di RSUD Waloyu Jati, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Perbesar

Korban MF, saat menjalani rawat inap di RSUD Waloyu Jati, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

Situbondo, reportasenews.com – Salah seorang siswa kelas II salah satu MTS di Situbondo, menjadi korban pengeroyokan puluhan pelajar SMP dan SMA di Kota Situbondo, dengan cara tubuh korban diinjak, dan diseret. Bahkan, kepala korban juga dibenturkan ke benda keras.

Akibatnya, korban berinisial MF (15) langsung tidak sadarkan. Bahkan, setelah sepekan dirawat di RSUD Waluyo Jati, Kraksaan, Probolinggo dalam kondisi koma, korban menghembuskan nafas terakhirnya Minggu (26/5/2024) sekitar pukul 03.00 WIB.

“Karena sejak dikeroyok puluhan pelajar SMP dan SMA Situbondo di lapangan Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur pada Sabtu (19/5/2024) lalu, adik saya kondisinya koma selama menjalani rawat inap di RSUD Kraksaan, saya minta 10 pelaku dihukum setimpal dengan perbuatannya,”pinta NV, salah seorang kakak korban, Minggu (26/5/2024).

Menurut dia, sebelum dikeroyok puluhan pelajar, dengan pelaku 10 siswa SMP dan SMA di lapangan Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, korban mendapat WA dari nomor tak dikenal, dengan isi chat seperti ancaman, dan menyuruh korban untuk datang ke lokasi kejadian.

“Chat WA nomor tak dikenal di ponsel adik itu, terkesan memancing kemarahan adik. Makanya, saya menilai adik dipancing agar marah, saya juga menilai para pelaku terkesan merencanakan untuk mengeroyok adik,”bebernya.

Lebih jauh NV menjelaskan, selain dipukul dan diinjak, korban juga diseret para pelaku di lapangan Desa Kalianget. Bahkan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, kepala korban juga dibenturkan ke benda keras.

“Diakui adik saya tidak mengalami luka bacok, namun disekujur tubuhnya mengalami luka lebam. Bahkan, saat itu, dari dua telinga adik mengeluarkan darah segar akibat kepalanya dibenturkan ke benda keras,”bebernya.

Lebih jauh NV menjelaskan, karena sejak dikeroyok kondisi korban koma selama sepekan menjalani rawat inap di RSUD Waloyu Jati Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, pihaknya meminta petugas Satreskrim Polres Situbondo, untuk mengusut hingga tuntas kasus pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal.

“Ini masalah nyawa adik, makanya saya minta petugas untuk mengusut kasus pengeroyokan hingga tuntas. Sebab, akibat dikeroyok meninggal,”pungkasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Situbondo AKP Momon Suwito Pratomo, saat dikonfirmasi melalui ponselnya tidak diangkat. Padahal, nada panggilnya masuk. Selain itu, saat dikonfirmasi melalui aplikasi WA juga tidak dibalas. (fat)

Komentar

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Hindari Tabrakan, Truck Box Terguling di Jalur Pantura Situbondo

12 Juni 2024 - 21:13 WIB

18 Ruko di Pasar Sambas Terbakar Hebat

12 Juni 2024 - 20:43 WIB

Tak Bayar Uang Sewa 6 Unit Mobil Rental Rp133 juta, Kades Bungatan Situbondo Dipolisikan

12 Juni 2024 - 19:48 WIB

Banting Setir Bakul Wedus Idul Adha, Dulu Wartawan Media Online di Madiun

12 Juni 2024 - 19:44 WIB

Bandar Narkoba Diciduk di Penginapan Mekar Sari

12 Juni 2024 - 18:48 WIB

Satgas Pamtas RI-Malaysia Gagalkan Penyelundupan Sisik Trenggiling

12 Juni 2024 - 18:41 WIB

Trending di Daerah