Menu

Mode Gelap
Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Dwikora Pontianak Mulai Padat

Daerah · 5 Jan 2024 04:13 WIB ·

Dinilai Otoriter, Ribuan Siswa SMAN 1 Situbondo Tuntut Mundur Kepala Sekolah


					Dinilai Otoriter, Ribuan Siswa SMAN 1 Situbondo Tuntut Mundur Kepala Sekolah Perbesar

Para siswa SMAN 1 Situbondo, saat melakukan aksi demo di sekolahnya.

 

Situbondo, reportasenews.com – Ribuan Siswa SMAN 1 Situbondo, menuntut Marta Mila Sughesti, mundur dari jabatannya sebagai Kepala Sekolah (Kasek) salah satu SMAN favorit di Kota Situbondo. Itu dilakukan lantaran Kasek dinilai otoriter.

Selain menggunakan payung sebagai simbol para siswa mulai kepanasan, dengan penebangan sejumlah pohon di area sekolah, para siswa juga menulis mengunakan selembar kertas. Bahkan, para siswa juga menenpelkan kertas dibeberapa kaca jendela di ruang kelasnya, dengan tulisan minta Kasek mundur.

“Ini lakukan karena kebijakan Kasek yang merugikan SMAN 1 Situbondo. Saat ini, kami satu suara untuk meminta Kasek turun dari jabatannya. Selain merugikan para siswa SMASA, namun para guru mengaku diintimidasi,” ujar Bagus Riski Mahardika, salah satu kelas XI, Kamis (4/1/2024).

Menurut dia, para siswa bergerak untuk menyuarakan para guru yang merasa dintimidasi, dengan harapan kedepannya lebih baik dan tidak perlu merubah banyak kultur, karena SMAN 1 Situbondo mempunyai banyak.prestasi

“Salah satu contoh kegiatan malam seperti ekstra yang kita hanya bisa istirahat 4 jam saja, mulai jam satu ada ekstra jam lima ada lagi. Itulah yang membedakan SMASA dengan sekolah lainnya. Bu Marta juga ekstra marching band yang ditiadakan. Padahal marching band merupakan icon SMASA,”bebernya.

Sementara itu Kepala Sekolah SMAN 1 Situbondo Marta Mila Sughesti mengatakan, dirinya sengaja mengumpulkan para siswa sebagai wujud demokrasi, untuk. memberikan kesempatan bicara, karena bagaimanapun mereka merupakan anak didik dirinya

“Untuk masalah adzan ada jadwalnya. Jadi tidak ada larangan untuk adzan,”katanya.

Marta Mila menjelaskan tentang kegiatan marching band pada malam. Itu dilakukan lantaran banyak wali murid yang tidak setuju.

“Alasan kami menjaga keselamatan siswa, kedua menjaga capeknya anak anak, karena pada pagi hari mereka harus belajar, sedangkan penebangan pohon juga untuk. keselamatan siswa,”pungkasnya. (fat)

Komentar
Artikel ini telah dibaca 71 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Coblos Surat Suara Sisa, Petugas KPPS Jambi Dipidana

24 Februari 2024 - 22:57 WIB

Cabuli Anak Tirinya, Pria 40 Tahun di Bondowoso Ditangkap

24 Februari 2024 - 17:45 WIB

Menparekraf Sandiaga Uno Apresiasi Perayaan Cap Go Meh Singkawang 2024

24 Februari 2024 - 17:13 WIB

Atraksi Tatung Perayaan Cap Go Meh 2575 di Sungai Kakap

24 Februari 2024 - 16:20 WIB

Kapolres Situbondo Pimpin Penggerebekan Judi di Eks Lokalisasi GS

24 Februari 2024 - 06:53 WIB

Subhanallah, Pria di Situbondo Meninggal Saat Sujud Shalat Ashar Berjamaah di Masjid

24 Februari 2024 - 06:40 WIB

Trending di Daerah