Site icon Reportase News

Ditengah Lonjakan Kasus Covid, Pangdam Jaya Semangati Petugas Kesehatan di RSDC Wisma Atlet

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman tiba di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, disambut Mayjen TNI Tugas Ratmono selaku Koordinator RSDC Wisma Atlet Kemayoran dan Komandan Lapangan RSDC Wisma Atlet Letkol drg. M Arifin. (foto. Mada Mahfud)

Jakarta, Reportasenews – Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengunjungi Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jumat (04/12/20). Kedatangannya untuk memberikan semangat kepada para petugas kesehatan yang terus bekerja tanpa kenal lelah untuk merawat pasien Covid-19 yang terus melonjak.

Pangdam Jaya selaku Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Pangkogasgabpad) tiba di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran,  disambut langsung Mayjen TNI Tugas Ratmono selaku Koordinator RSDC Wisma Atlet Kemayoran dan Komandan Lapangan RSDC Wisma Atlet Letkol drg. M Arifin.

Turut hadir dalam kunjungan  Brigjen TNI Muhammad Saleh Mustofa (Wapangkogasgabpad), Kolonel Inf Yudhi Prasetyo (Asops Kasdam Jaya), Kol Ckm dr. Abdul Alim Sp.PD (Kakesdam), dan Letkol Arh Herwin Budi Saputra (Kapendam).

Mayjen Dudung kemudian menyemangati para tenaga kesehatan di RSDC Wisma Atlet. Menurutnya, para tenaga kesehatan adalah pahlawan masyarakat karena telah mengorbankan jiwa dan raganya demi merawat pasien Covid-19.

Petugas kesehatan di RSDC Wisma Atlet tak mengenal lelah terus berjuang membantu penanganan pasien Covid. (Foto. Didik Wiratno)

“Tenaga kesehatan adalah pahlawan. Mereka telah bekerja tanpa kenal lelah sejak sembilan bulan rumah sakit ini berdiri, tidak pulang berbulan-bulan bertemu keluarga demi merawat masyarakat,” kata Mayjen Dudung.

Dengan risiko besar tertular Covid-19, para tenaga kesehatan terus berjuang demi keselamatan bangsa dan negara.

“Hanya Tuhan Yang Kuasa yang bisa memberikan penilian pada kemuliaan hati para petugas kesehatan dan petugas keamanan. Pemerintah sendiri memberikan apresiasi setinggi-tingginya,” tutur Mayjen Dudung memberikan semangat.

Dengan dedikasi para tenaga kesehatan yang tak kenal lelah, Mayjen Dudung meminta masyarakat menghargainya dengan senantiasa menjaga protokol kesehatan.

“Kerja para tenaga kesehatan di sini akan efektif menangani pandemi Covid-19 jika masyarakat patuh menjalankan protokol kesehatan,” terang Dudung.

Ia menyoroti masih adanya  tindakan sekelompok kecil masyarakat yang masih belum disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. Bahkan sekolompok kecil masyarakat itu dengan sengaja menggelar acara sehingga muncul kerumunan banyak orang.

“Ada yang sengaja melanggar Peraturan Gubernur No 88 Tahun 2020, berkumpu lebih dari 5 orang. Dia merasa benar sendiri, hukumnya hukum dia sendiri,” sindir Mayjen Dudung.

Bentuk Satgas Pemburu Covid-19

Untuk mendukung kerja para tenaga kesehatan, Mayjen Dudung menegaskan baru saja telah membentuk Satgas Pemburu Covid-19. Satgas tersebut akan langsung menindak kerumunan lebih dari 5 orang seperti diatur dalam Pergub No 88 Tahun 2020.

“Hari ini kita telah meluncurkan Satgas Pemburu Covid-19. Jangan ada lagi yang main-main dengan sengaja berkerumun. Jika ada kerumunan, Satgas Pemburu Covid-19 akan langsung mengambil tindakan. Mereka akan langsung di swab dan diambil tindak hukum sesuai aturan,” lanjut Mayjen Dudung Abdurrahman.

Pasien Covid Orang Tanpa Gejala (OTG) saat menjalani isolasi mandisri di Tower 5 RSDC Wisma Atlet, Kemayoran. (Foto. Didik Wiratno)

Sementara itu Mayjen TNI Dr. dr Tugas Ratmono, SpS, MARS, MH. Koordinator RSDC Wisma Atlet Kemayoran menekankan pentingnya kewaspadaan seluruh elemen bangsa untuk meredam Covid-19. Selain seruan 3M yaitu Mencuci Tangan, Mengenakan Masker, dan Menjaga Jarak, perlu dilakukan langkah 3H yaitu Hindari Kerumunan, Hindari Kontak Erat, dan Hindari Ruang Tertutup.

Bagi petugas, aktifitas 3T yaitu Tracing, Testing, dan Treating masih harus terus digalakkan dengan tujuan memisahkan antara yang terinfeksi dan yang belum terinfeksi.

“Dengan mengombinasikan ketiganya yaitu 3M, 3H, dan 3T, akan efektif meredam Covid-19,” kata Mayjen TNI Tugas Ratmono.

Khusus untuk 3H yaitu Hindari Kerumunan, Hindari Kontak Erat, dan Hindari Ruang Tertutup adalah pengembangan dari menjaga jarak. Kerumunan akan meningkatkan risiko tertular Covid-19 seperti terjadi pada libur panjang 28 Oktober-1 November 2020. Paska libur panjang, angka Covid kembali meningkat, padahal sebelumnya sudah menurun.

Semua pihak juga perlu Hindari Ruang Tertutup. Ruang tertutup akan meningkatkan risiko tertular Covid-19 karena di ruang tertutup keberadaan virus bisa bertahan lebih lama.

“Dengan bekerja work from home (WFH), akan menghindari kebersamaan dalam ruang tertutup. Dan semestinya di ruang tertutup, kepadatannya perlu dikurangi hingga 75 persen, ini terkait juga dengan konsep jaga jarak,” ucap Mayjen Tugas, dokter militer yang pernah bertugas selama 14 tahun di RSPAD Gatot Subroto ini.(MM)

Exit mobile version