Situbondo,reportasenews.com – Sebuah rumah semi permanen milik nenek Saryati (66), warga Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo roboh. Bahkan, rumah yang terbuat dari gedek atau anyaman bambu, dengan panjang sekitar 6 meter dan lebar 4 meter kondisinya rata dengan tanah, Selasa (30/4/2019).
Selain mengakibatkan rumah milik korban kondisinya rata dengan, sebagian perabot rumah tangga milik nenek miskin, yang diketahui hidup sebatangkara juga rusak, akibat terimpa bangunan rumahnya yang roboh sekitar pukul 02.20 WIB.
Tidak ada korban luka dalam peristiwa robohnya rumah milik korban Saryati, namun korban sempat terjebak dalam bangunan rumahnya yang roboh tersebut, korban baru bisa keluar dari dalam rumahnya, setelah tetangganya berhasil mengangkat kayu bangunan rumahnya yang roboh.
“Saat kejadian, saya sedang tidur di ruangan belakang, begitu terjebak bangunan rumahnya yang roboh, saya langsung berteriak minta tolong, sehingga puluhan warga langsung mengangkat kayu yang roboh,”kata nenek Saryati, Selasa (30/4/2019).
Sementara itu, koordinator Pusdalop Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo Puryono mengatakan, diakui sebelum rumah milik korban nenek Saryati roboh, hujan deras yang disertai dengan angin kencang melanda kawasan Kabupaten Situbondo.”Sedangkan pemiliknya sedang tidur di ruang bagian belakang, sehingga peristiwa tersebut sampai mengakibatkan korban mengalami luka,”ujar Puryono.
Pria yang akrab dipanggil Ipung mengatakan, ada faktor yang mengakibatkan rumah milik korban. Faktor pertama, karena kondisi kayu rumah milik korban lapuk dimakan usia, faktor kedua adalah, karena pada saat itu, hujan deras yang disertai angin kencang melanda kawasan Situbondo.
”Kerugian materi akibat robohnya milik korban diperkirakan mencapai Rp. 6 juta, sedangkan untuk meringankan beban korban. Untuk sementara, kami memberikan bantuan sembako dan mie instan,”pungkasnya.(fat)
