Menu

Mode Gelap

Hukum · 31 Mei 2017 15:39 WIB ·

Edarkan Upal Puluhan Juta, 2 Pengacara Diringkus Polisi


					Kapolsek Kompol Budi Hariyanto (kana) dan Waka Polres Prooblinggo Kompol Hendy K (kiri) membeberkan barang bukti yang diamankan dari tangan tersangka SWT dan MRS yang mengaku pengacara.(foto: dic) Perbesar

Kapolsek Kompol Budi Hariyanto (kana) dan Waka Polres Prooblinggo Kompol Hendy K (kiri) membeberkan barang bukti yang diamankan dari tangan tersangka SWT dan MRS yang mengaku pengacara.(foto: dic)

Probolinggo, reportasenews.com – Empat orang komplotan pengedar uang palsu (upal) berhasil diamankan tim Buser Polsek Kraksaan, Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, Rabu (31/5).

Empat orang yang diamankan, dua orang diantaranya MRS (42), dan SWT (50) mengaku berprofesi sebagai pengacara, satu oarang permpuan yakni  MTK (42) dan NNS (45) buruh tani. Mereka berasal dari Kabupaten Probolinggo.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil menyita uang palsu pecahan Rp 50.000 sebanyak 128 lembar dengan total 6,4 juta rupiah. Kemudian uang asli hasil dari kembalian saat membeli menggunakan upal sebanyak Rp 25 juta. 2 Kartu anggota pengacara milik MRS dan SWT,  2 unit sepeda motor,  beberapa bungkus sabun, rokok makanan dan lain lain yang sudah dibeli oleh tersangka dengan menggunakan uang palsu.

Berdasarkan data yang behasil di himpun, MTK diamankan ketika pelaku membeli tahu dan tempe di toko milik Nanang Novianto di Desa Alassumur Kulon Kecamatan Kraksaan. Pelaku membayar dengan memakai pecahan Rp 50 ribu, karena curiga dengan uangnya, kemudian pemilik toko menghubungi anggota Polsek Kraksaan.

“Tasnya itu ada di dalam jok motor, setelah di buka teryata tumpukan uang palsu,” jelas Kapolsek Kraksaan Kompol Budi Hariyanto,kepada wartawan.

Dari hasil pengembangan, kemudian anggota mengamankan sejumlah komplotan.

“Uang palsu itu dari SWT dan MRS yang mengaku pengacara, kemudian kita berhasil menangkap pelaku pelaku lainya,”jelasnya.

Kini para pelaku tersebut, harus meringkuk di sel jeruji Polsek Kraksaan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“Pelaku kita kenakan Pasal 26 ayat 2 dan atau ayat 3 UU nomer 7 tahun 2011 tentang mata uang juncto pasal 245 KUHP,”Tutup Kompol Budi.(dic)

Komentar

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Gubernur Al Haris Lantik Anggota KPID Provinsi Jambi

17 Mei 2024 - 15:04 WIB

Kemenag Siapkan Rumah Ramah Bagi 818 Calon Jamaah Haji Lansia Asal Jambi

17 Mei 2024 - 14:36 WIB

Kepada Siswa Lemhanas, Irjen (Purn) Ike Edwin Sebut Pendekatan Budaya Kunci Cegah Korupsi

17 Mei 2024 - 14:10 WIB

Tersandung Kasus Narkoba, Pria Asal Bungo Terpaksa Menikah di Dikantor Polisi

16 Mei 2024 - 19:02 WIB

85 Anggota PPK Pilkada Situbondo Resmi Dilantik, Ini Pesan Ketua KPU

16 Mei 2024 - 17:31 WIB

85 Anggota PPK Pilkada Brebes 2024 Dilantik

16 Mei 2024 - 17:24 WIB

Trending di Daerah