Menu

Mode Gelap

Daerah · 4 Nov 2020 20:07 WIB ·

Empat Pekerja Migran Indonesia Ilegal Asal Situbondo Dideportasi dari Malaysia


					ilustrasi Pekerja Migran Indonesia. (foto:ist). Perbesar

ilustrasi Pekerja Migran Indonesia. (foto:ist).

Caption;Muhammad Zaini, Kabid Penempatan Tenaga Kerja pada Disnakertran Kabupaten Situbondo.

Situbondo,reportasenews.com – Sebanyak empat Pekerja Migran Indonesia (PMI)  asal Kabupaten Situbondo, dideportasi dari Malaysia. Bahkan, empat PMI ilegal tersebut telah dipulangkan sejak 26 Oktober 2020 lalu.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja pada  Dinas Tenaga Kerja (Disnakertran) Kaupaten Situbondo, Mohammad Zaini mengatakan, mereka yang dideportasi merupakan TKI yang tidak memiliki dokumen resmi atau ilegal. ‘Nah, karena para PMI tersebut  tidak mempunyai dokumen yang sah, sehingga mereka dideportasi dari Malaysia,”kata Muhammad Zaini, Rabu (4/11/2020).

Menurutnya, empat PMI yang dideportasi itu, berasal dari Desa Mimbo, Kecamatan Banyuputih, kemudian Desa Curah Jeru, Kecamatan Panji. Desa Besuki, Kecamatan Besuki, dan Desa Wringin Anom, Kecamatan Panarukan.

“Disini (Situbondo, red) ada beberapa orang. Termasuk minggu kemarin ada empat orang dideportasi dari Malaysia. Kita belum total sepanjang 2020, tapi tidak terlalu banyak, tidak sampai.  Tapi ini di gelombang berikutnya ada lagi,” katanya. 

Zaini menambahkan, empat orang tersebut yang masuk dalam deportasi gelombang ke IV itu saat tiba di Bandara, mengikuti pemeriksaan kesehatan. Selain itu, begitu tiba di Situbondo juga masih transit di Sidomuncul 2, tempat karantina untuk mengikuti diobservasi. 

“Kalau memang tidak (ada gejala, red) mereka ya dipulangkan,” urainya. 
Zaini menghimbau agar hendaknya warga yang ingin bekerja di luar negeri sebaiknya mengikuti jalur resmi saja. 

Ditanya perihal jumlah buruh imigran asal Situbondo, Zaini mengaku sebenarnya jumlah buruh migran asal Situbondo mengalami penurunan karena faktor Covid-19. Rinciannya, pada tahun 2018 ada 49 orang, 2019 ada 67 orang, dan tahun 2020 yang berangkat sebelum era pandemi ada sembilan orang. Jumlah pekerja ini karena adanya pandemi Covid-19. Sehingga, banyak negara yang kemudian menutup sementara,”bebernya.

Zaini mengatakan, mayoritas PMI  yang berusia di bawah 40 tahun itu bekerja di sektor non formal. Seperti las, rumah tangga. “Adapun negara-negara tujuannya yakni, Taiwan, Hongkong, Malaysia, Bahrain, Arab Saudi, dan Korea Selatan,”pungkasnya. (fat)

Komentar
Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Polresta Pontianak Gelar Apel Kekuatan Personil Hadapi Ancaman dan Gangguan Kamtibmas

22 Oktober 2021 - 18:38 WIB

Persatuan Orang Melayu Siap Bersinergi dengan Kodam XII Tanjungpura

22 Oktober 2021 - 15:39 WIB

Kapolres Kubu Raya AKBP Jerrold Pimpin Sertijab Kasat dan Kapolsek di Polres Kubu Raya

22 Oktober 2021 - 15:34 WIB

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata Beri Arahan Kepala Daerah dan Penegak Hukum di Kalbar

22 Oktober 2021 - 14:05 WIB

Polisi Tetapkan 2 Tersangka Penggerebekan Kantor Pinjol di Pontianak

22 Oktober 2021 - 09:48 WIB

Dua Kapal Motor Air Nelayan di Sukabangun Ketapang Terbakar

22 Oktober 2021 - 05:16 WIB

Trending di Daerah